Review Game Upin & Ipin Universe Harga Rp650 Ribu Tapi Gagal Penuhi Janji Developer

Game Upin & Ipin Universe
Game Upin & Ipin Universe
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Game Upin & Ipin Universe resmi meluncur pada Kamis, 17 Juli 2025. Game ini menghadirkan suasana khas Kampung Durian Runtuh yang bisa dijelajahi secara bebas melalui beragam misi dan fitur interaktif. Sebagai adaptasi resmi dari serial animasi populer, permainan ini tersedia di berbagai platform, termasuk PlayStation 4, PlayStation 5, Nintendo Switch, dan Windows.

Mari kita tinjau beberapa janji yang disampaikan oleh pihak developer di halaman Steam:

“Ikuti petualangan Open World pertama yang didasarkan pada animasi Upin & Ipin!

Baca Juga:Review Infinix Hot 60 Pro Plus, Harga Rp2 Jutaan Desain Premium dan Layar AMOLED 144HzDua Candi Kuno Jadi Sumber Konflik Berdarah Thailand dan Kamboja

Berkolaborasi dengan Les’ Copaque Production, Streamline Studios menghadirkan Kampung Durian Runtuh yang hidup dan belum pernah ada sebelumnya.

Temui teman-teman Upin & Ipin seperti Mei Mei, Ehsan, Jarjit, Mail, dan lainnya. Setiap interaksi akan membawa Anda pada petualangan dan kenangan baru!”

Sebuah pernyataan yang tampaknya benar-benar “Delivering the Promise”.

Review Game Upin & Ipin

Memang, satu hal yang ditekankan pada halaman Steam adalah bahwa permainan ini ditujukan untuk anak-anak. Namun, dengan harga Rp650.000, fitur yang disajikan dalam Upin & Ipin Universe terasa sangat terbatas. Mayoritas misinya terasa repetitif dan kurang memberikan variasi.

Meskipun pengembang menjanjikan Kampung Durian Runtuh sebagai dunia yang hidup dan penuh aktivitas, yang kita temui justru aktivitas yang berulang dan monoton. Mengumpulkan kelapa di depan rumah Opah memiliki mekanisme yang sama seperti saat mengumpulkan sampah di halaman sekolah.

Karakter non-pemain (NPC) yang lalu-lalang di sekitar kampung tidak interaktif sama sekali, mereka benar-benar sekadar pengisi ruang, tanpa respons berarti bahkan saat kita menyapa teman-teman Upin & Ipin di jalan.

Hampir seluruh bangunan, kecuali rumah Opah, tidak dapat dimasuki, namun entah mengapa pengembang menambahkan tombol interaksi di pintu, tombol untuk mengetuk pintu yang tidak menghasilkan reaksi apa pun. Dunia di dalam game terasa kosong dan hampa, hingga pada titik di mana kami benar-benar kehabisan hal untuk dilakukan.

Yang paling mengecewakan adalah bagaimana permainan ini membebaskan pemain untuk mengeksplorasi tanpa tujuan yang jelas. Semua misi yang tersedia terasa seperti misi sampingan, dan itupun harus dicari sendiri karena tidak ada penunjuk arah atau petunjuk di peta.

0 Komentar