JABAR EKSPRES – Perubahan signifikan dalam kebijakan imigrasi Amerika Serikat diprediksi akan segera terjadi, dan sejumlah pekerja asing dari negara-negara Asia mulai merasakan dampaknya. Potensi kembalinya Donald Trump sebagai Presiden memicu kekhawatiran akan pengetatan izin kerja serta kemungkinan diberlakukannya kembali larangan masuk bagi warga asing termasuk dari negara Asia..
Trump dikenal dengan sikap tegasnya terhadap isu imigrasi, terutama yang berkaitan dengan keamanan nasional dan pengawasan perbatasan. Selama masa kepemimpinannya sebelumnya, beberapa negara dengan mayoritas penduduk Muslim maupun negara yang dinilai kurang kooperatif dengan pemerintah AS menjadi target pembatasan visa dan larangan perjalanan.
Menjelang tahun 2025, semakin banyak negara di kawasan Asia yang diperkirakan masuk dalam sorotan. Larangan bekerja secara luas dapat berdampak pada mahasiswa, tenaga profesional, hingga keluarga yang telah lama tinggal dan berkontribusi secara legal di Amerika Serikat.
Baca Juga:Review Game Upin & Ipin Universe Harga Rp650 Ribu Tapi Gagal Penuhi Janji DeveloperAvatar: Fire and Ash Hadirkan Visual Avatar 3 Spektakuler dan Antagonis Baru
Perubahan besar untuk pekerja asing negara-negara asia ini terancam dilarang bekerja di as pada 2025. Perubahan besar sedang mengintai para pekerja asing, dan sejumlah negara di Asia mulai merasakan tekanannya.
7 Negara Asia yang Terancam Dilarang Kerja di Amerika Serikat
Simak daftar negara Asia yang diperkirakan akan menghadapi larangan kerja dari Amerika Serikat pada tahun 2025 berikut ini.
1. Pakistan
Donald Trump sejak lama memandang Pakistan sebagai sekutu yang penuh risiko. Selama masa kepresidenannya, ia menuduh Pakistan melindungi kelompok teroris, meskipun menerima miliaran dolar bantuan dari Amerika Serikat.
Pada tahun 2018, Trump memotong bantuan tersebut dengan alasan bahwa Pakistan hanya memberikan “kebohongan dan penipuan.” Sikap keras ini menunjukkan bahwa Trump tidak mempercayai peran Pakistan dalam menjaga keamanan internasional.
Lalu, mengapa Trump ingin warga Pakistan keluar dari Amerika?
Alasan utamanya adalah kekhawatiran terhadap terorisme. Trump meyakini bahwa individu dari negara-negara seperti Pakistan berpotensi menjadi ancaman terhadap keamanan nasional, bahkan jika mereka tidak memiliki catatan kriminal. Trump pernah berkata, “Kami hanya akan menerima mereka yang mencintai negara ini.”
Namun, apakah kebijakan ini berdampak pada orang-orang yang tidak bersalah? Sayangnya, ya. Banyak warga Pakistan di AS adalah dokter, insinyur, atau mahasiswa yang rajin dan berkontribusi besar. Tetapi kebijakan Trump tidak selalu memberikan pengecualian bagi individu yang patuh hukum.
