RI Siap Borong Migas dari AS! Airlangga: Sesuai Kebutuhan!

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Bahlil Lahad
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai Impor berbagai komoditas ke AS. Instagram/Bahlillahadalia & Instagram/Airlanggahartarto_official
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa rencana impor minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat akan dilakukan secara selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri.

Meski begitu, Airlangga belum bisa memastikan volume maupun waktu dimulainya impor tersebut. Menurutnya, pembelian akan mencakup berbagai jenis komoditas energi seperti LPG, produk olahan (refined products), dan minyak mentah (crude).

“Volumenya belum bisa dipastikan. Itu tergantung kebutuhan kita. Komoditasnya mencakup LPG, produk olahan, hingga minyak mentah (crude). Jadi, akan berupa kombinasi,” jelas Airlangga, dikutip dari Antara, Rabu (23/7).

Baca Juga:Bandung Siap Terang Total! Proyek PJU Bisa Tembus Setengah Triliun, Jalan Nasional Ikut Disikat!Obrolan Berbuntut Makan: Sajian Penuh Cita Rasa dalam Nuansa Heritage di de Braga by ARTOTEL

Sementara itu, Bahlil Lahadalia menyebut beberapa perusahaan besar seperti Chevron, ExxonMobil, PT Kilang Pertamina Internasional, dan KDT Global Resource sudah masuk radar kerja sama terkait impor energi.

“Itu membuka peluang bagi kita untuk impor BBM dan crude. Tapi detailnya saya belum baca sepenuhnya,” ujar Bahlil.

Rencana impor ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, menyusul keberhasilan negosiasi penurunan tarif ekspor Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen.

Kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump pada 16 Juli 2025, usai percakapan selama 17 menit dengan Presiden Prabowo melalui sambungan telepon.

“Indonesia berkomitmen membeli USD 15 miliar komoditas energi, USD 4,5 miliar produk pertanian, dan 50 pesawat Boeing seri 777,” ujar Trump dalam pernyataannya.Trump juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas komitmennya dalam menyeimbangkan defisit neraca dagang antara kedua negara.

“Terima kasih rakyat Indonesia atas persahabatan dan komitmen memperbaiki neraca perdagangan. Ini adalah kemenangan bagi rakyat Amerika dan rakyat Indonesia,” ujar Trump.Namun, Trump menambahkan bahwa jika Indonesia mengekspor barang yang berasal dari negara dengan tarif lebih tinggi ke AS, maka Indonesia tetap harus menanggung selisih tarif tersebut. (Magang/Tara)

0 Komentar