JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mendesak Perum Bulog menyerap tambahan satu juta ton beras untuk tahun 2025.
“Karena musimnya ini bagus, mendukung. Sepanjang tahun tidak ada El Nino, hujan terus. Oleh karena itu cadangan beras yang tadi tiga juta ton, perlu kita naikkan menjadi empat juta ton,” ujarnya, dikutip Jumat (18/7/2025).
Sementara, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 Tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Bulog diminta untuk menyerap tiga juta ton beras sepanjang 2025.
Baca Juga:Pria di Baleendah Tewas Dikeroyok, Polisi Lakukan EkshumasiBerjalan Dua Bulan, Nilai BSU Tembus Rp6,88 Triliun!
Kemudian, Zulhas juga mengungkapkan bahwa tambahan target serapan beras ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga gabah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan usulan tambahan target itu mulanya disampaikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Menurutnya, Amran mengajukan tambahan target serapan beras oleh Bulog sebanyak satu juta ton hingga 1,5 juta ton.
Usulan tersebut kemudian disetujui oleh Menko Zulhas dengan kesepakatan tambahan target satu juta ton.
Dengan adanya penambahan tersebut, Arief menyebut bahwa Inpres No 6/2025 akan diperbaharui.
Selain itu, tambahan serapan beras ini pun berpengaruh terhadap anggaran Bulog yang diproyeksikan akan bertambah. Dengan estimasi satu juta ton beras dikali harga beras Rp12 ribu per kilogram, atau sekitar Rp12 triliun.
Di samping itu, pihaknya memastikan gudang-gudang milik Bulog diap menampung pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tambahan.
Baca Juga:Volume APBD Perubahan 2025 Bakal Naik jadi Rp32,82 Triliun, Efek Pemutihan Pajak?Tak Hanya Lewat Grup Facebook, Sindikat Penjualan Bayi Ternyata juga Berawal dari Orang Tua yang Jual Anaknya!
Hal itu dikarenakan pihaknya juga aktif menyalurkan beras, seperti untuk bantuan pangan 10 kg beras kepada 18,27 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemerintah pun mulai menggelontorkan beras Bulog atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1,3 juta ton.
“Beras itu bukan barang antik, yang makin lama disimpan makin mahal (harganya). Beras itu harus dinamis, turnover-nya harus dijaga,” kata dia.
