Baru Setahun Merantau, Pemuda Asal KBB Hilang Diduga Diterkam Buaya

Ilustrasi: Tenggelam diduga diterkam buaya. Dok Pixabay
Ilustrasi: Tenggelam diduga diterkam buaya. Dok Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harapan seorang pemuda asal Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, untuk meraih kehidupan yang lebih baik di tanah rantau mendadak terhenti.

Ipan Nurzaman (26) dilaporkan hilang saat berada di perairan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dan diduga diterkam buaya. Hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR bersama warga setempat.

Kabar hilangnya Ipan membuat keluarga di kampung halamannya terpukul. Sebab, selama hampir satu tahun terakhir ia berjuang membangun kehidupan baru di Sumatera setelah memutuskan merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Baca Juga:Co,ma Coffee Matter Hadirkan Deretan Menu Baru, Butter Tteok Empat Varian Andalan Pecinta Bakery di BandungRebranding Jadi Alaiya, Ratri Wijaya Hadirkan Daily Wear Nyaman dan Ajak UMKM Lokal Naik Kelas

Kepala Desa Batulayang, Imam Mujahidin, mengatakan Ipan merupakan warga RT 02 RW 10 yang telah berada di Sumatera sekitar satu tahun. Awalnya, ia bekerja di sebuah perusahaan tambang batu bara.

“Kurang lebih sudah satu tahun Ipan di Sumatera. Awalnya dia bekerja di sebuah perusahaan tambang batu bara,” ujar Imam saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Menurut Imam, perjalanan Ipan di tanah rantau tidak selalu berjalan mulus. Saat bekerja di perusahaan tersebut, ia sempat mendapat promosi jabatan. Namun, setelah dipindahkan ke lokasi kerja yang lebih terpencil, ia merasa tidak nyaman dan akhirnya memilih mengundurkan diri.

“Karena naik jabatan, dia dipindahkan ke lokasi yang terpencil. Setelah itu Ipan merasa tidak betah dan akhirnya keluar dari perusahaan,” katanya.

Alih-alih pulang ke kampung halaman, Ipan memilih tetap bertahan di Sumatera. Ia kemudian melihat peluang usaha dengan menyediakan pasokan air tawar untuk kapal-kapal yang beroperasi di perairan Banyuasin.

“Ipan punya ide membuat usaha air tawar untuk menyuplai kapal-kapal yang ada di sana. Alhamdulillah usahanya berjalan,” ucap Imam.

Usaha tersebut bahkan disebut memberikan hasil yang lebih baik dibanding pekerjaan sebelumnya di perusahaan tambang. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, penghasilan Ipan meningkat hingga sekitar tiga kali lipat.

Baca Juga:16 Angkot di Kota Bogor Berusia di Atas 20 Tahun Ditilang, Dipilok dan Diberi Tanda Tidak Laik Jalan Wagub Irit Bicara Soal Pergantian Nama Provinsi

Namun, perjuangan Ipan membangun kehidupan baru harus terhenti setelah peristiwa nahas yang terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 01.53 WIB.

Imam menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, saat itu Ipan berniat membantu memperbaiki kapal yang mengalami gangguan di perairan Banyuasin. Saat itulah korban diduga diterkam buaya dan hingga kini belum ditemukan.

0 Komentar