JABAR EKSPRES – Rencana pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), dikabarkan siap diterapkan.
Terlebih, Corporate Secretary Pertamina Gas (Pertagas) Sulthani Adil Mangatur menyatakan pihaknya siap mendukung rencana penggunaan CNG 3 kg tersebut.
Hal itu disampaikan Sulthani kepada wartawan saat ditemui di Stasiun Kompresor Gas Distrik Tegalgede, Cikarang Selatan, Jawa Barat, Rabu.
Baca Juga:Soal Usulan Penghapusan Pajak JHT hingga THR, Ini Kata PurbayaJanji Tindaklanjuti Catatan Kritis DPRD, Pemkab Tasikmalaya Komitmen Perkuat PAD dan Kualitas Belanja Daerah
“Jadi, prinsipnya nanti bilamana kami diminta untuk andil, turut serta, kami akan siap mendukung,” ujarnya, dikutip Kamis (9/7/2026).
Salah satu dukungan yang siap diberikan, kata dia, yakni melalui pengadaan infrastruktur pendukung.
Contohnya, lanjut dia, saat konsep penyaluran CNG melibatkan stasiun kompresi gas tertentu, Sulthani menyampaikan Pertagas siap untuk turut berkontribusi.
Selain itu, Sulthani juga menyampaikan Pertagas dapat mengambil peran apabila diperlukan infrastruktur untuk mengalirkan pasokan gas CNG ke titik stasiun tertentu.
“Secara pipa, mostly kalau kita bicara untuk yang tadi, dari Sumatera bagian tengah sampai ke Jawa bagian timur kami sudah terhubung pipanya. Sebagai pipa backbone, ya, di sini,” kata Sulthani.
Meskipun demikian, Sulthani menyampaikan masih menunggu ketetapan dari Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), ihwal mekanisme bisnis dan konsep penyaluran CNG.
“Nanti kami lihat dari pemerintah seperti apa,” ujar Sulthani.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Dalami Dugaan Penyekapan dan Perdagangan Orang di Kasus Rudpaksa Pacar!Diduga Rudapaksa Pacar yang Dikenal Lewat Facebook, Pria di Tasikmalaya Digiring Polisi
CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.
Saat ini, Indonesia melakukan uji coba tabung CNG berkapasitas 3 kilogram di China dan Indonesia.
Uji coba ini dilakukan untuk mengembangkan tabung CNG berukuran kecil setara LPG 3 kilogram.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan uji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram bisa selesai pada kisaran Juli–Agustus 2026.
Menurut Bahlil, tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG sekitar 200 hingga 250 bar, lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5–10 bar.
