JABAR EKSPRES – Keterbatasan bukan jadi alasan untuk berhenti berkarya. Itulah semangat yang ditularkan muda-mudi istimewa di Griya Harapan Difabel Cimahi.
Contohnya adalah Regina dan Anggi Jarmika. Dua remaja istimewa binaan UPTD milik Dinas Sosial Jabar.
Regina merupakan perempuan tuna rungu dan wicara. Sedangkan Anggi terlahir sebagai tuna daksa. Namun kondisi itu tak membuat keduanya menyerah. Mereka terus berkarya dengan keistimewaannya. Salah satunya di bidang batik dan fashion.
Baca Juga:Puluhan Tablet Mewah untuk DPRD Bandung Barat, Dedi Mulyadi: Apakah Itu Urgent?Oknum Polisi Diduga Melakukan Penipuan, Aksinya Terekam CCTV dan Korban Sudah Lakukan Pelaporan
Anggi cukup piawai dalam membuat desain batik, beragam karya juga telah ditelurkan.
Biasanya, Anggi membuat desain berdasarkan inspirasi kebudayaan yang ada di Jawa Barat. Berbagai refesensi telah dipelajari. Kemudian diabstraksikan dalam bentuk seni batik.
Di antaranya, batik gambar Gunung Ciremai, Kuda Cimahi, Sri Baduga dan kombinasi lainnya. Beragam karya itu juga sempat dipamerkan di Jalan Braga, Sabtu (21/6).
“Ngerjainnya tergantung mood. Kadang 1,5 jam selesai. Sehari bisa 3 sampai 4,” cetus Anggi.
Gayung bersambut. Batik hasil karya Anggi itu kemudian dibuat dalam berbagai produk fashion oleh Regina. Mulai dari kemeja, hingga beragam atasan perempuan yang cantik.
Kepala UPTD Griya Harapan Difabel, Andina Rahayu menambahkan, UPTD yang dipimpinnya itu memang fokus dalam pembinaan kaum difabel. Itu berangkat dari banyaknya disabilitas di Cimahi dan sekitarnya yang menghadapi keterbatasan pekerjan dan kemampuan.
UPTD berupaya menuntaskan masalah itu. Yakni fokus untuk melatih para disabilitas agar memiliki keterampilan. “Memang ada instruktur khusus. Mereka melatih dengan hati. Sabar dan tekun,” jelasnya.
Baca Juga:Tanpa Izin dan Kendali, Tambang Ilegal Menggurita di Bandung BaratTertinggal di Tengah Proyek Strategis, Jalan Rusak dan Nyawa Taruhannya
Selain soal melatih disabilitas, UPTDnya juga ada semangat melestarikan budaya. Seperti dalam hal batik misalnya, desain batik yang berusaha disalurkan adalah mengadopsi beragam kekayaan budaya Jabar.
Di UPTDnya tidak hanya pelatihan membatik tapi juga ada pengembangan keterampilan lain. Misalnya menjahit, hingga dalam hal olah pangan. Lalu beragam craft atau kerajinan dalam bentuk souvenir juga ikut diproduksi. Misalnya gantungan kunci hingga tumbler.
Andina melanjutkan, berbagai produk karya anak-anak istimewa itu kini juga terus dipasarkan. Sejumlah mitra juga telah banyak memesan. Mulai dari dinas maupun pihak swasta.
