JABAR EKSPRES – Seorang oknum anggota Polisi diduga melakukan aksi penipuan yang merugikan. Praktik dilakukan dengan cara membuat transaksi palsu. Hal itu diungkapkan oleh korban bernama Ridha Anisa Fitri (30).
Toko helmnya, yang berlokasi di Jalan Raya Cileunyi Nomor 329, wilayah Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten bandung, diketahui mengalami kerugian atas aksi penipuan yang dilakukan terduga pelaku.
“Jadi hari Minggu, 8 Juni (2025), sekitar pukul 10.00 (WIB) itu pelaku mendatangi toko saya. Dia pilih-pilih helm layaknya pembeli biasa,” katanya kepada Jabar Ekspres, Sabtu (21/6) malam.
Baca Juga:Tanpa Izin dan Kendali, Tambang Ilegal Menggurita di Bandung BaratTertinggal di Tengah Proyek Strategis, Jalan Rusak dan Nyawa Taruhannya
Fitri menerangkan, kala itu tokonya tengah dijaga oleh pegawai. Adapun terduga pelaku yang telah memilih-milih helm akhirnya mencoba melakukan pembayaran, dengan transaksi digital melalui QR.
“Transaksi minta Qris karena alasannya gak bawa cash. Tapi memang dia (terduga pelaku) sempat scan barcode dulu, seolah-olah akan melakukan pembayaran,” terangnya.
“Setelah dari situ, kalau lihat dari CCTV dia tetap terlihat mengedit dulu handphone (hp/gawai), jadi tidak langsung selesai,” tambah Fitri.
Dia mejelaskan, usai jeda transaksi dimana terduga pelaku terindikasi mengedit dulu tampilan gawainya, bukti pembayaran kemudian diperlihatkan kepada penjaga toko.
Fitri menyampaikan, karena setiap ada pembayaran melalui digital, karyawannya diharuskan melakukan dokumentasi foto, untuk pelaporan dan pencatatan transaksi.
“Sama karyawan difoto untuk laporan, setelah itu (terduga) pelaku pergi. Saya setiap cek transaksi selalu malam setiap sudah tutup toko, jadi gak di saat itu. Ketika malam saya hitung totalan dan laporan, saat cek transaksi tersebut tidak ada,” jelasnya.
Fitri mengungkapkan, mengecek riwayat transaksi di akun rekeningnya, tidak ada bukti pembayaran uang sebesar Rp380 ribu, yang masuk dari pembelian helm oleh terduga pelaku.
Baca Juga:Hotel Mewah Bersuara, Pemkot Bandung Perlu Strategi Dongkrak WisatawanProyek Pembangunan SDN Gang Aut Kota Bogor Renggut Korban Jiwa, Ini Kronologinya
“Setelah saya cek telusuri bukti transfernya, itu ternyata bukan bukti transfer dari aplikasi pembayaran. Tapi dari aplikasi catatan keuangan, jadi untuk bukti pengeluaran itu kita bisa bikin sendiri,” ungkapnya.
“Jadi bukan kayak dari bank BRI, BCA atau Mandiri, bukan. Tapi memang ada sebuah aplikasi catatan keuangan, (fiturnya) bisa seolah-olah mencetak struk. Ada tulisan bank BSI itu bisa ditulis sendiri di aplikasinya, termasuk catatan transfer berhasil itu ketik sendiri,” lanjut Fitri.
