Korban Kebakaran Sodonghilir Mulai Terima Bantuan Darurat, Delapan Rumah Rusak Berat

Korban kebakaran mulai terima bantuan darurat
Korban kebakaran mulai terima bantuan darurat/Foto: Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penanganan pascakebakaran yang menghanguskan permukiman warga di Kampung Satron, Desa Parumasan, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, mulai memasuki tahap pemenuhan kebutuhan dasar korban.

Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Kabupaten Tasikmalaya bersama Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya dan lintas sektor menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada para penyintas, Kamis (6/8/2026).

Distribusi bantuan dilakukan sebagai respons cepat untuk memenuhi kebutuhan warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

Baca Juga:Golkar Cianjur Dukung Pemkab Bangun Infrastruktur MerataFinal Piala Presiden Jadi Bukti Proses Persib Berjalan di Jalur yang Tepat

Penyaluran logistik melibatkan Pemerintah Kecamatan Sodonghilir, Polsek Sodonghilir, Pemerintah Desa Parumasan, Kampung Siaga Bencana (KSB) Sodonghilir, serta Relawan Penanggulangan Bencana (RPB).

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetiya, mengatakan bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas selama masa tanggap darurat sekaligus meringankan beban keluarga yang terdampak,” kata Jembar.

Sebanyak 11 kepala keluarga dengan total 34 jiwa menerima bantuan berupa paket sembako dari APBD, kasur lipat, selimut, family kit, makanan siap saji, lauk pauk, sandang anak, popok bayi, hingga pakaian anak yang bersumber dari APBN.

Berdasarkan pendataan terbaru di lapangan, kebakaran berdampak pada 12 bangunan yang terdiri atas 11 rumah warga dan satu bangunan MTs Al-Hidayah Satron.

Delapan rumah mengalami rusak berat atau tidak lagi layak dihuni, masing-masing milik Yana, Mumus, Oni, Ihak, Nunung/Mumun, Atar, Ila/Yayat, dan Dede Haki.

Sementara itu, satu rumah milik Aap mengalami rusak sedang. Adapun dua rumah lainnya milik Didi dan Aen terdampak kebakaran dengan tingkat kerusakan lebih ringan.

Baca Juga:Menhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRIPemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 2026

Selain permukiman warga, kobaran api juga merusak bangunan MTs Al-Hidayah Satron sehingga turut mengganggu aktivitas pendidikan.

Menurut Jembar, bantuan logistik merupakan tahap awal penanganan bencana. Para korban masih membutuhkan dukungan lanjutan, terutama untuk pemulihan tempat tinggal serta rehabilitasi sarana pendidikan yang ikut terdampak.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.

0 Komentar