JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menghidupkan kembali pelaksanaan Car Free Day (CFD) setelah vakum selama beberapa tahun.
Berdasarkan data yang dihimpun, CFD di Kota Bogor terakhir kali digelar sekitar Maret 2020 di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah. Tak lama kemudian, kegiatan tersebut dihentikan seiring merebaknya pandemi COVID-19.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, jika CFD kembali digelar di Jalan Jenderal Sudirman, terdapat sejumlah pertimbangan yang harus dikaji kembali. Salah satunya adalah keberadaan tiga gereja di ruas jalan tersebut yang digunakan jemaat untuk beribadah setiap Minggu pagi.
Baca Juga:Peluang Investasi Terbuka Lebar, Pemerintah Libatkan Swasta dalam Program Strategis PanganOJK Tegaskan Keuangan Tetap Sehat, Defisit di Laporan 2025 Hanya Dampak Transisi Akuntansi
“Betul kami ingin melaksanakan CFD. Tetapi di lokasi misalnya di Jalan Jenderal Sudirman itu ada tiga gereja. Nah para jemaat gereja ini menyampaikan ke kita, kalau diselenggarakan di hari Minggu misalnya, kan mereka ibadahnya hari Minggu. Mereka lewat mana?” kata Dedie di Kota Bogor, Kamis (6/8/2026).
Ia menyebut, pelaksanaan CFD tidak boleh mengganggu akses masyarakat untuk menjalankan ibadah.
Setiap kebijakan pemerintah, lanjut Dedie, harus mengakomodasi kepentingan seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
“Saya juga pikirkan itu, karena kan warga Bogor bukan hanya yang muslim saja atau yang nonmuslim yang lain. Yang mereka ke gereja juga harus saya pikirkan. Jadi sabar lah ya, sabar,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai lokasi pasti pelaksanaan CFD, Dedie mengaku pembahasannya masih berlangsung.
Hingga kini, Pemkot Bogor terus mengkaji lokasi yang dinilai paling tepat untuk menggelar CFD agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan peribadatan.
“Ya, saya cari titik. Pokoknya semuanya tidak terganggulah ya, semuanya,” ucapnya.
