5 Kelemahan Honda PCX Sebagai Motor Matic Premium Kebanggaan Kaum Menengah

Honda PCX
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Motor matic premium saat ini tengah menjadi tren dan digemari oleh banyak orang. Apapun profesi Anda dan berapa pun penghasilan yang dimiliki, selama motor masih bisa dibeli secara kredit dengan uang muka (DP) Rp0, motor matic premium seperti Honda PCX tetap terasa terjangkau—meskipun harganya sudah menembus angka di atas Rp40 juta.

Alih-alih meringankan aktivitas harian dan memenuhi ambisi bergaya ala sosialita, banyak orang justru terjebak dalam cicilan berbunga tinggi. Namun, faktanya, tidak sedikit yang tetap mengabaikan besarnya bunga tersebut. Selama DP masih rendah, atau bahkan nol rupiah, dan angsuran bulanan tidak melebihi satu juta rupiah, skema cicilan 36 bulan atau lebih pun tetap dijalani tanpa ragu.

Kondisi ini tentu menguntungkan pihak produsen, yang semakin antusias memasarkan motor matic premium mereka. Di Indonesia sendiri, terdapat dua pabrikan besar yang memproduksi skutik premium, yakni Yamaha dengan model NMAX dan Aerox, serta Honda dengan PCX.

Baca Juga:Mobil Nissan Dianggap Buruk dan Mogokan? Pahami Dulu PenyebabnyaPolemik Ijazah Palsu Jokowi dan Ancaman Pidana Penjara Bila Terbukti

Menariknya, saat ini Yamaha NMAX dan Aerox justru sangat dipuji oleh warganet Indonesia. Disebut sebagai motor futuristik, bertenaga, dan cocok untuk anak muda—motor-motor ini mendapat banyak pujian. Sebaliknya, Honda PCX, yang sejatinya juga merupakan motor matic premium, justru kerap menerima kritik dan bahkan hujatan.

Kelemahan Honda PCX

Pertanyaannya, mengapa Honda PCX dihujat? Padahal dari segi desain dan fitur, motor ini juga tampak elegan dan modern. Keren, bukan? Rasanya tidak masuk akal jika motor sekeren ini dijuluki “curut”.

Namun, jika dilihat dari sisi desain, khususnya bagian depan, julukan tersebut mungkin bisa dipahami. Desain depannya memang terbilang unik dan cukup kontroversial, terutama jika dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya yang lebih mengusung gaya sporty dan agresif.

0 Komentar