Tak hanya itu, kualitas pengecatan juga menjadi sorotan. Banyak yang menilai bahwa kualitas pernis pada Honda PCX cenderung tipis, mudah lecet, dan tampak kurang premium—padahal motor ini dikategorikan sebagai skutik premium. Kritik serupa juga terjadi pada berbagai lini motor Honda lainnya, dari yang murah hingga yang mahal. Sebagian pengguna merasa kualitas bodi motor Honda saat ini cenderung mudah baret dan rawan pecah. Sayangnya, kesan “nama besar” Honda belum tentu sejalan dengan kualitas produknya saat ini.
Psikologi Pengguna
Namun, satu hal yang turut memperkeruh persepsi publik terhadap Honda PCX adalah sikap sebagian penggunanya. Tidak sedikit pengguna yang terlalu membanggakan motornya secara berlebihan. Ada kecenderungan untuk menganggap motor lain sebagai “kurang bagus” hanya karena bukan PCX. Sikap mendewakan motor ini sering kali memancing kritik dan komentar negatif dari komunitas otomotif lainnya.
Sebenarnya, perilaku semacam ini tidak hanya ditemukan di kalangan pengguna Honda PCX saja. Pengguna motor lain pun ada yang bersikap serupa. Namun, pengguna PCX memiliki karakteristik yang cukup unik: mereka sering menganggap motornya sebagai sesuatu yang paling mewah di kelasnya. Memang, secara tampilan Honda PCX terlihat elegan dan mewah. Tapi harus diakui, kesan kemewahan itu hanya sebatas pada desain luarnya saja—karena secara fungsi dan material, PCX tetap bukanlah barang mewah dalam arti yang sesungguhnya.
Baca Juga:Mobil Nissan Dianggap Buruk dan Mogokan? Pahami Dulu PenyebabnyaPolemik Ijazah Palsu Jokowi dan Ancaman Pidana Penjara Bila Terbukti
Meskipun saat ini harga Honda PCX telah menyentuh angka lebih dari Rp40 juta, hal tersebut tetap belum cukup untuk menjadikannya sebagai barang mewah. Mungkin bagi sebagian orang yang harus berusaha keras untuk membelinya, motor ini terasa istimewa. Namun bagi banyak orang lainnya, skuter matik premium—apa pun mereknya—selama harganya masih di kisaran Rp40 juta atau di bawahnya, tetap belum dapat dikategorikan sebagai kendaraan mewah.
Oleh karena itu, bagi pengguna Honda PCX yang merasa paling kaya, paling eksklusif, dan paling mewah, ada baiknya mulai mengubah sikap dan menyadari kenyataan agar motornya tidak terus-menerus menjadi sasaran kritik. Sudah saatnya untuk bersikap lebih rendah hati, baik dalam kehidupan nyata maupun saat berinteraksi di grup, forum, atau media sosial.
