JABAR EKSPRESS, CIMAHI – DPC Partai Demokrat Cimahi menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk membekali jaminan kesehatan pada saksi Pemilu 2024.
Tercatat ada 1.560 kader dari DPC Partai Demokrat Cimahi yang akan menjadi saksi Pemilu 2024.
Selain jaminan kesehatan, para kader ini juga dibekali pelatihan yang berlangsung selama empat sesi di Gedung GSG KLota Cimahi, Senin 29 jnuari 2024.
Baca Juga:Tabir Kerawanan TPS Khusus di Rutan LapasMenyusuri Alun Alun Bandung, Magnet Warga Kota Kembang
Dia juga mengatakan bahwa jaminan kesehatan ini diberikan lantaran berkaca pada Pemilu 2019 yang banyak jatuh korban.
“Karena saya melihat pengalaman di tahun 2019, dimana banyak yang meninggal karena waktu itu kan tidak ada proteksi,” ungkap yang akrab disapa ABS pada awak media.
Pria yang akrab disapa ABS ini melanjutkan, pihaknya bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian selama satu bulan di bulan Februari.
“Tapi nanti kalau mereka ingin meneruskan program itu yang tinggal mereka teruskan saja, tapi kalau tidak ya sudah berakhir,” paparnya
Lebih jauh, ABS menegaskan, Partai Demokrat telah menunjukkan perhatian terhadap tugas-tugas saksi pada pemilu 2024.
Partai Demokrat juga menganggap jaminan kecelakaan kerja serta jaminan kematian sangat penting bagi para saksi.
“Agar apabila saksi-saksi dari partai Demokrat ada yang mengalami kecelakaan, atau pun sampai terjadi kelelahan sampai meninggal itu sudah dapat terproteksi,” ucap ABS.
Baca Juga:Bertahan di Tengah Gempuran Zaman, Kisah Pedagang di Pasar Buku PalasariPuluhan Ribu Guru Honorer Padati Lapangan Panahan SJH, Deklarasikan Dukung Prabowo-Gibran
Nantinya peserta saksi yang mengalami kecelakaan berhak mendapatkan pengobatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam program BPJS.
Apabila kejadian berakibat fatal, yang bersangkutan akan mendapat santunan sebesar Rp42 juta.
“Tapi saya harapkan tidak ada kejadian sampai seperti itu, semoga mereka sehat-sehat. Kalau ambulance sudah kita siapkan juga, tapi sifatnya kemanusiaan,” lanjut ABS.
Pada tahap awal pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), penting bagi peserta untuk memahami dengan baik prosedur dan urutan kegiatan yang berlangsung.
