Inflasi Harga Bapokting di Kabupaten Sumedang Dipastikan Terkendali

Inflasi Harga Bapokting di Kabupaten Sumedang Dipastikan Terkendali
Adit, salah seorang pedagang telur di Pasar Impres Sumedang, Selasa 10 Oktober 2023. (Foto: Dedi Suhandi/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang bersama dengan Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) pastikan Inflasi harga barang pokok dan penting (Bapokting) di 9 pasar tetap stabil dan terkendali.

Hal itu diungkapkan oleh Herman Suryatman selaku Pj Bupati Sumedang saat melakukan operasi pasar di Pasar Impres Sumedang, Selasa 10 Oktober 2023.

“Jadi orientasi kami pasar harus stabil, inflasi harus terkendali,” ungkap Herman Kepada Jabar Ekspres di lokasi.

Baca Juga:Gebyar Promo Shocktober 10.10, Tiket Masuk Taman Safari Bogor Hanya Rp230 Ribu, Simak Syaratnya!VIRAL! Warga Sarmi Papua Temukan Tank Bekas Perang Dunia II

Menurutnya, terdapat 4 indikator inflasi, pertama yaitu ketersediaan barang. Pihaknya mengaku harus menjamin ketersediaan barang di semua pasar.

“Kedua keterjangkauan harga, harga itu jangan sampai melambung tinggi tidak terkendali, paling tidak di 15%. Itu kami akan lakukan operasi pasar, kemudian yang ke tiga komunikasi yang efektif,” tuturnya.

Ia pun mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki aplikasi bernama “Sindang”, yaitu sistem informasi perdagangan.

“Kami sudah memiliki Sistem Informasi Perdagangan (Sindang), ini sangat bagus dan canggih sekali, nanti saya perlihatkan dan ini membantu Forkopimda bisa melihat di dashboard masing-masing dimana dan kapan saja, karena sindang bisa dibuka melalui smartphone, itu tidak lain untuk menjalin komunikasi yang efektif,” ujarnya.

Keempat, Tambah Herman, inflasi itu indikatornya mobilitas, yang memastikan mobilitas barang dari tempat produksi ke pasar ini lancar.

“Tentu nanti pihak Dishub dan Polres serta jajaranya terkait mobilitas, diharapkan tidak lagi ada hambatan,” katanya.

Herman menyebut, monitoring dan pemantauan setiap hari secara digital akan membantu mengontrol dan memudahkan pemerintah. Tiap hari harga-harga kebutuhan pokok dan penting (bapokting) dari 9 pasar yang terdiri dari 7 pasar Pemda dan 2 pasar Desa itu dientri oleh operator setiap hari ke aplikasi Sindang.

Baca Juga:Sukses Memikat Perhatian Ribuan Pengunjung di Jakarta, Museum Patah Hati Kini Hadir di BandungJalur Cileunyi – Cibiru Kerap Macet, Bupati Bandung: Tak Ada Terminal Representatif

“Jadi Forkopimda bekerja setiap hari memonitoring harga bapokting, paling tidak di 9 pasar, sehingga kami mengetahui harga average atau rata-ratanya,” terangnya.

Kali ini, Lanjut Herman, pihaknya belusukan langsung untuk melihat dan memastikan operator kami bekerja dengan baik. Hasilnya memang tidak jauh berbeda antara apa yang ada di aplikasi dan yang ada di lapangan.

0 Komentar