JABAR EKSPRES – Ulang tahun ke-34 PT Bank Perekonomian Rakyat Lima Padma Mandiri (BPR LPM), Jumat (17/7/2026), menjadi lebih dari sekadar perayaan usia. Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, bank ini datang dengan bekal yang sulit diabaikan: aset tumbuh hampir 29 persen, laba meningkat, dan pengakuan nasional sebagai salah satu dari 100 BPR terbaik di Indonesia.
Penghargaan Top 100 BPR Indonesia 2026 versi The Finance menempatkan BPR LPM di peringkat ke-60 untuk kategori BPR dengan aset di atas Rp100 miliar. Pengakuan tersebut menjadi penanda bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga pada kualitas tata kelola dan konsistensi menjaga kepercayaan nasabah.
Laporan keuangan per 30 Juni 2026 menunjukkan total aset BPR LPM mencapai Rp113,20 miliar, naik 28,87 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp87,84 miliar. Pertumbuhan itu didorong meningkatnya penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, dan penguatan struktur pendanaan.
Baca Juga:DPRD Soroti Wacana Pengisian Jabatan Strategis oleh Pejabat Luar Daerah"Tong Kalap, Tong Nyesa" Jadi Jurus Bandung Melawan Sampah Makanan
Direktur Utama BPR LPM, M. Ruli, menyebut usia ke-34 menjadi momentum memperkuat kualitas layanan sekaligus memperbesar kontribusi perusahaan terhadap perekonomian daerah.
“Penghargaan Top 100 BPR Indonesia menjadi pengakuan atas kerja keras seluruh insan BPR LPM. Di saat yang sama, kinerja Semester I 2026 juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Ini merupakan hasil dari kepercayaan nasabah, dukungan para pemegang saham, serta dedikasi seluruh karyawan,” ujarnya.
Peran BPR LPM sebagai lembaga intermediasi juga semakin terlihat. Hingga akhir Juni 2026, penyaluran kredit mencapai Rp87,37 miliar, meningkat 17,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi penghimpunan dana, simpanan masyarakat tercatat Rp41,52 miliar atau tumbuh 24,54 persen. Sementara simpanan dari bank lain mencapai Rp25,50 miliar, meningkat 21,72 persen.
Likuiditas perusahaan ikut menguat. Penempatan dana pada bank lain melonjak menjadi Rp19,09 miliar, atau naik 87,69 persen, sedangkan pinjaman yang diterima mencapai Rp36,02 miliar, meningkat 46,78 persen.
Pertumbuhan bisnis tersebut berimbas pada profitabilitas. Hingga Semester I 2026, laba tahun berjalan mencapai Rp840,75 juta, naik 8,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Komisaris Utama BPR LPM, Nida Garnida, menilai capaian tersebut merupakan buah dari penerapan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang konsisten.
