CIMAHI – Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 2 Cimahi berlangsung mulai Rabu 15 Juli 2026 hingga Rabu 22 Juli 2026. Wakil Kepala Sekolah Hubungan Industri dan Masyarakat, Agus Muhammad Sofyan, menekankan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi siswa baru untuk membangun diri sebelum memasuki pembelajaran penuh.
Menurut Agus, MPLS tahun ini difokuskan pada empat hal utama. Pertama, pembentukan karakter positif melalui penanaman disiplin, rasa tanggung jawab, serta pembiasaan nilai-nilai karakter dasar sebagai bekal hidup di masa depan. Kedua, menjaga keseimbangan antara kecerdasan akademik dan akhlak mulia. Hal ini sejalan dengan program pendidikan Jawa Barat yang tidak hanya mengejar prestasi akademik semata, melainkan juga melahirkan generasi berintegritas tinggi dan peduli sosial.
Ketiga, menjaga jati diri bangsa. Sekolah dituntut menyiapkan siswa agar mampu menghadapi derasnya arus modernisasi dan kemajuan teknologi tanpa kehilangan identitas sebagai manusia Indonesia. Keempat, menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan edukatif, yakni sekolah yang ceria, aman, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan.
Baca Juga:"A Healing Space", Wadah Ekspresi dan Relaksasi Karya Mahasiswa Bhakti KencanaEmora Space Tunjukkan Profesionalisme Manajemen Event Lewat Isu Kesehatan Mental
Narasumber kegiatan berasal dari internal sekolah, yakni para guru, serta melibatkan pihak eksternal seperti kepolisian. Tahun ini SMKN 2 Cimahi menerima 701 siswa baru yang tersebar dalam 16 rombongan belajar dengan rata-rata 44 siswa per kelas. Dengan demikian, total siswa di sekolah ini mencapai sekitar 1.800 orang dari tingkat X hingga XII.
Dari pengamatan di lapangan selama tiga hari pertama, Agus mengaku puas. Para siswa baru datang tepat waktu, pulang sesuai jadwal, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib. “Alhamdulillah, semangat mereka positif,” katanya.
Dibandingkan tahun sebelumnya, MPLS kali ini mendapat sambutan yang lebih istimewa. Gubernur Jawa Barat memberikan video sambutan secara langsung, meski diwakilkan oleh stafnya. Sementara itu, evaluasi pasca-MPLS akan difokuskan pada dua aspek utama: kelancaran pelaksanaan sesuai jadwal dan dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter siswa.
Pihak sekolah berharap lima hari orientasi ini mampu memberikan modal awal yang kuat bagi siswa untuk terus menjaga sikap dan perilaku positif di hari-hari mendatang. Terkait sarana prasarana, Agus mengakui ruangan kelas masih memadai. Namun, fasilitas pendukung seperti meja dan kursi masih kurang. “Pimpinan sedang berupaya agar hal tersebut tidak menjadi hambatan saat kegiatan belajar mengajar berjalan,” ujarnya.
