Dewan Sayangkan Pembongkaran Perpustakaan Gasibu, Dorong Tetap Sediakan Tempat Baca yang Nyaman

Dewan Sayangkan Pembongkaran Perpustakaan Gasibu, Dorong Tetap Sediakan Tempat Baca yang Nyaman
Anggota DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan. Merespon pembongkaran Perpustakaan Gasibu.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan turut menyayangkan pembongkaran Perpustakaan di Lapangan Gasibu. Pihaknya mendorong agar tetap ada tempat baca yang nyaman meski nanti perpustakaan beralih mobile dan digital.

Hal itu diungkapkan Tedy Rusmawan Jumat (17/7). Ia menguraikan, perpustakaan adalah aset dan fasilitas untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.

Karena itu sudah selayaknya fasilitas fasilitas penunjang literasi itu dipertahankan dan diperkuat. Termasuk keberadaannya di ruang – ruang publik.

“Kami ikut menyayangkan sebenarnya,” cetusnya.

Baca Juga:Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak DiniEkspor Satu Pintu Diklaim Mampu Dongkrak Harga Komoditas dan Pendapatan Petani?

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sadar bahwa saat ini memang era digital. Akses literasi bisa dijangkau lewat genggaman atau smartphone.

Buku digital memang lebih praktis. Namun buku fisik juga memiliki keunggulan tersendiri. Dengan buku fisik, lebih bisa memacu retensi memori, fokus dan pemahaman. Itu juga mengurangi mata dari kelelahan akibat terlalu lama membaca melalui layar digital.

Karena itulah pihaknya mendorong agar fasilitas literasi itu nantinya tetap ada pengganti setelah dirobohkan. Misalnya dengan menyediakan tempat membaca yang nyaman di kawasan Lapangan Gasibu tersebut.

Konsepnya bisa dibuat area baca di ruang publik terbuka. Dipadukan dengan penataan area Lapangan Gasibu maupun Halaman Gedung Sate yang saat ini sedang berlangsung.

Ruang itu akan asik untuk mahasiswa maupun masyarakat umum untuk duduk sembari membaca buku.

Lalu stok buku fisik juga disediakan walaupun nanti dalam bentuk mobile. Itu akan lebih memacu literasi masyarakat. Khususnya yang berkunjung ke Lapangan Gasibu.

“Menurut kami itu jalan tengah. Penataan berjalan tapi aset literasi juga dipertahankan,” cetusnya.

Baca Juga:Manfaatkan Perjanjian Dagang, Mendag Dorong Ekspor Industri Padat Karya Tagana Kabupaten Tasik Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Cibalanarik

Di sisi lain, Perpustakaan Gasibu sebenarnya juga masih jadi primadona masyarakat dalam mengakses referensi.

Hal itu terlihat dari kunjungan masyarakat ke perpustakaan itu yang tidak sedikit. Misalnya data Dispusipda Jawa Barat mencatat pengunjung di Perpustakaan Gasibu pada 2024 tembus di angka 12.441 orang.

Perpustakaan di Lapangan Gasibu dirobohkan buntut penataan. Catatan asetnya juga dihapus, diganti perpustakaan digital.

Penghapusan aset itu diungkapkan Sekda Jabar Herman Suryatman Minggu (12/7/2026). Ia menguraikan, Perpustakaan yang sebelumnya berdiri di sisi utara Lapangan Gasibu itu diintegrasikan.

0 Komentar