JABAR EKSPRES – Israel diguncang oleh serangan intensif dari pasukan militan Palestina, Hamas, dalam serangkaian serangan laut, udara, dan darat. Serangan ini menimbulkan kengerian di seluruh negeri, dengan ratusan warga Israel tewas dan lebih dari 100 lainnya disandera oleh Hamas, kemudian dibawa ke Gaza.
Mantan Kepala Badan Intelijen Israel, Mossad, Efrain Halevy, mengakui bahwa negaranya “kecolongan” oleh serangan mendadak Hamas. “Kami tidak mendapat peringatan apa pun, dan sungguh mengejutkan bahwa perang pecah hari ini,” ujar Halevy kepada CNN.
Jonathan Panikoff, Wakil Pejabat Intelijen Nasional Amerika Serikat untuk Timur Tengah, menyebut serangan ini sebagai kegagalan intelijen. “Ini adalah kegagalan intelijen, tidak mungkin terjadi sebaliknya. Ini adalah kegagalan keamanan, merusak hal yang selama ini dianggap sebagai pendekatan berlapis yang agresif,” ujar Panikoff kepada Reuters.
Baca Juga:Pemerintah Israel Resmi Mendeklarasikan Perang Pasca Serangan Besar dari HamasIni Dia! 8 Tips Kesehatan Untuk Anak Kos
Dalam serangan tersebut, lebih dari 250 warga Israel dilaporkan tewas dan 1.500 lainnya terluka. Militer Israel juga mengalami kerugian besar, dengan puluhan anggota mereka menjadi sandera di Gaza. Situasi ini menciptakan kejutan besar bagi warga Israel, yang harus menghadapi mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan akibat serangan Hamas.
