Nur Rochmat menegaskan, pembentukan Satgas tidak dimaksudkan untuk menciptakan program baru yang berjalan sendiri, tetapi menghubungkan dan memperkuat berbagai kegiatan literasi yang telah dilaksanakan.
“Pembentukan Satgas ini tidak dimaksudkan untuk membuat program baru yang berjalan sendiri, tetapi untuk menghubungkan, memperkuat, dan memperluas berbagai praktik baik yang sudah ada,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kebijakan Publik, Humas, dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu, turut memaparkan strategi komunikasi digital untuk memitigasi persoalan dan menghadapi krisis informasi.
Baca Juga:Bejat! Pria 50 Tahun di Tasikmalaya Diduga Gagahi Bocah SD hingga Enam KaliBI: Uang Kertas Bertanda Tangan Purbaya-Perry Tetap Berlaku
Ia menjelaskan, komunikasi digital memiliki karakter interaktif, berlangsung secara real-time, tidak terbatas ruang, menggunakan beragam format multimedia, serta meninggalkan jejak permanen.
Karena itu, menurut Ismail, pengelolaan informasi perlu memperhatikan aspek kecepatan, ketepatan, konsistensi, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Ia memaparkan tiga tahapan mitigasi krisis digital, yakni pencegahan sebelum krisis, respons ketika krisis berlangsung, dan pemulihan setelah krisis.
Pada tahap pencegahan, langkah yang dapat dilakukan antara lain mengaktifkan akun resmi terverifikasi, meningkatkan edukasi literasi digital, melakukan pemantauan percakapan di media sosial, serta melibatkan tokoh lokal dan influencer.
Ketika krisis terjadi, respons perlu diberikan secara cepat dan konsisten, termasuk melalui klarifikasi terhadap informasi keliru dengan format yang sesuai dengan karakteristik masing-masing platform.
Adapun pada tahap pemulihan, instansi perlu menyampaikan tindak lanjut secara terbuka, mengangkat kisah pemulihan, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Klarifikasi harus lebih menarik daripada hoaks. Mitigasi terbaik adalah hadir lebih dulu, di tempat masyarakat berada,” kata Ismail.
Baca Juga:Mentan Sebut Penindakan Impor Beras Ilegal Lindungi Petani, Benarkah?Wabup Tasikmalaya Minta ASN Tak Sekadar Kerja Rutin, Program Pemda Harus Sampai ke Masyarakat
Rangkaian kegiatan juga diisi pemaparan Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Muhammad Zain, mengenai kebijakan dan penguatan sumber daya manusia.
Materi tersebut membahas peningkatan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) Kemenag agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta menjawab tantangan pelayanan publik.
