Kirmir Jebol Akibat Hujan Deras, Puluhan Rumah Di Cipaganti Bandung Terdampak 

Kirmir Jebol
Warga membersihkan lumpur akibat banjir dari aliran Sungai Cipaganti di Gang Swadaya, Cihampelas, Kota Bandung, Sabtu, (31/10/2026). Sedikitnya 34 rumah yang berdampak pada 114 jiwa serta satu rumah rusak berat dan satu rumah rusak ringan akibat banjir dari luapan sungai Cipaganti yang diduga akibat jebolnya tanggul penahan air karena curah hujan dan derasnya aliran. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Puluhan rumah yang berada di bantaran sungai di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, dilaporkan mengalami rusak akibat jebolnya sebuah kirmir.

Peristiwa yang terjadi pada Jum’at, 30 Oktober 2026 malam tersebut, puluhan rumah tepat di Jalan Siliwangi, RT 09, RW 01 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, dikabarkan mengalami rusak ringan hingga berat.

Pranata Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Hadi Rahmat mengatakan, jebolnya sebuah kirmir tersebut disebabkan akibat adanya hujan dengan intensitas deras di wilayah Kota Bandung.

Baca Juga:Hujan Guyur Tasikmalaya, Rentetan Bencana Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Sejumlah WilayahHujan Deras Mulai Guyur Cimahi, BPBD Ingatkan Ancaman Longsor dan Rumah Ambruk

“Kirmirnya jebol dan materialnya menimpa rumah warga di bantaran sungai,” katanya, Sabtu, (31/10).

Berdasarkan data laporan yang didapatnya, hadi menyebut sebanyak dua rumah mengalami rusak berat dan satu rumah rusak ringan. Sementara 34 rumah lainya terdampak.

Hadi mengatakan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Saat ini menurut dia, petugas telah terjun ke lokasi untuk melakukan assessment serta evakuasi terhadap warga yang terdampak.

Selain itu, pembersihan sisa-sisa material dari kejadian tersebut juga, Hadi menuturkan kini tengah dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Pembersihan sisa lumpur dilakukan dan perbaikan kirmir roboh (jebol) segera dilakukan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan awal musim hujan di Jawa Barat diprediksi mulai terjadi sejak Oktober hingga November 2026.

Namun menurut Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Rakhmat Prasetia, awal musim hujan di wilayah Jawa Barat di bulan Oktober hanya sebedar 24 persen.

Baca Juga:Geografis Jabar Rawan Bencana, Kantor SAR Bandung Imbau Masyarakat Waspada Hadapi Musim Hujan Hujan Bisa Datang Mendadak dan Deras, BPBD Cimahi Petakan Saluran Rawan Banjir

Sedangkan awal musim hujan sebagian besar wilayah Jawa Barat berlangsung pada November atau sekitar 49 persen. Kemudian pada bulan Desember sebesar 25 persen atau Jawa Barat bagian utara dan sebagian kecil bagian barat.

“Mayoritas awal musim hujan di Jawa Barat diprediksi bukan November sebesar 49 persen,” ucapnya dikutip, Sabtu, (31/10).(San).

0 Komentar