OJK Catat Kredit hingga Aset Perbankan Jabar Masih Tumbuh di September

OJK Catat Kredit hingga Aset Perbankan Jabar Masih Tumbuh di September
Kepala OJK Darwisman (baju merah) saat di TSM, Jumat (30/10). (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kondisi sektor perbankan Jawa Barat masih menunjukkan tren positif di tengah situasi global yang tak menentu. Dari sisi aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit masih mencatatkan pertumbuhan.

Hal itu berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Jumat (30/10). Data per September 2026 atau triwulan III menunjukan bahwa total aset perbankan ada di angka Rp 1.072,33 triliun.

“Ini tumbuh 3,54 persen secara yoy,” terang Kepala OJK Jawa Barat Darwisman.

Baca Juga:Tak Sekadar Razia, Operasi Patuh Lodaya di Singaparna Hadirkan Edukasi hingga Cek Kesehatan GratisSekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online

Ia melanjutkan, pertumbuhan juga nampak pada DPK maupun kredit. DPK perbankan ada di angka Rp 767,71 triliun, angka itu tumbuh 5,32 persen.

Sedangkan kredit tembus angka Rp 1.135,43 triliun. Pertumbuhannya adalah 9,98 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, OJK juga mencatat rasio NPL gross di angka 3,41 persen dan rasio LDR di 147,90 persen.

Rasio NPL gross bisa dimaknai rasio antara kredit bermasalah dengan total kredit.

“Kami bersyukur ya, NPL gross masih terjaga di tengah situasi kemarau beberapa bulan ini,” sambungnya.

Jika dirincikan dari jenis penggunaannya, kredit konsumsi masih mencatatkan share yang tertinggi, yaitu di angka 46,4 persen. Sedangkan kredit modal kerja ada di 30,4 persen dan kredit investasi ada di 23,10 persen.

Lalu untuk pertumbuhannya, jenis kredit yang cukup signifikan ada dalah kredit investasi yaitu di angka lebih dari 21 persen.

“Yang butuh perhatian adalah pertumbuhan kredit modal kerja, hanya di sekitar 4 persen,” sambungnya.

Baca Juga:Perkuat Pengawasan Program Nasional, Inspektorat Tasikmalaya Dorong APIP Lebih ProaktifDi Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat

Darwisman berharap tren positif ini bisa terus terjaga hingga akhir tahun dan seterusnya. Di sisi lain, OJK juga terus melakukan pengawasan ketat di sektor perbankan. Harapannya roda ekonomi bisa terus bergerak di tengah situasi global yang juga masih belum pasti. Dan ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.(son)

0 Komentar