JABAR EKSPRES – Sinergi Generasi Muda (SIGMA) menggelar diskusi dan bedah buku kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Canz Cafe, Jalan Terusan Bojongsoang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (30/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai kepemimpinan sekaligus menggali inspirasi dari perjalanan dan rekam jejak AHY.
Diskusi ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dede Yusuf Macan Effendi, Herzaky Mahendra Putra, M. Hailuki, Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan Dr. Vera Hermawan, serta Founder Bandung Renaissance Forum M. Afdall Abdiansyah.
Baca Juga:Tak Sekadar Razia, Operasi Patuh Lodaya di Singaparna Hadirkan Edukasi hingga Cek Kesehatan GratisSekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online
Penyunting buku sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Herzaky Mahendra Putra, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membagikan pengalaman, pengetahuan, serta kualitas kepemimpinan AHY kepada generasi muda.
Menurutnya, perjalanan AHY dapat menjadi inspirasi karena ia dinilai terus bekerja keras dan berupaya memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.
“Bagaimana kita bisa menggali dan mendapatkan inspirasi dari apa yang sudah dijalani oleh beliau. Beliau ini bagaimanapun, oke memang katanya dengan segala fasad yang ada, tapi beliau tidak pernah duduk diam saja,” kata Herzaky.
Ia menambahkan, diskusi tersebut juga menjadi momentum untuk membuka ruang pembahasan mengenai kepemimpinan yang lebih objektif, terutama di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial.
Herzaky menilai, penilaian terhadap seorang pemimpin seharusnya tidak hanya didasarkan pada popularitas atau viralitas, melainkan pada manfaat yang diberikan kepada masyarakat serta rekam jejaknya.
“Yang menjadi penting hari ini adalah bagaimana kita kembali ke esensi dari kepemimpinan. Apakah dia bisa memberikan manfaat terbesar kepada lingkungan sekitarnya? Apakah dia bisa menjadi inspirasi?” ujarnya.
Ia menegaskan, pembahasan mengenai kepemimpinan harus terbuka dan transparan, dengan tetap berlandaskan data, fakta, serta rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga:Perkuat Pengawasan Program Nasional, Inspektorat Tasikmalaya Dorong APIP Lebih ProaktifDi Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat
“Bagaimana diskursus mengenai kepemimpinan itu bisa terbuka, bisa transparan, dan jangan perlu takut kita membicarakan apa pun itu. Tetapi lagi-lagi harus berbasis data, fakta, jejak rekam,” katanya.
Herzaky juga menyebut buku tersebut merupakan karya 27 penulis muda yang menyampaikan perspektif mereka mengenai kepemimpinan AHY. Menurutnya, karya tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sosok pemimpin dari sudut pandang yang beragam.
