Kemenag Jabar Kukuhkan 130 Satgas Literasi Agama, Perkuat Penanganan Informasi Digital

Kemenag Jabar Kukuhkan 130 Satgas Literasi Agama, Perkuat Penanganan Informasi Digital
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat mengukuhkan 130 anggota Satuan Tugas (Satgas) Literasi Agama dan Keagamaan untuk memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus merespons dinamika informasi keagamaan di ruang digital di Sutan Raja Hotel and Convention Center, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (24/9/2026). Dok Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat mengukuhkan 130 anggota Satuan Tugas (Satgas) Literasi Agama dan Keagamaan untuk memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus merespons dinamika informasi keagamaan di ruang digital.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Sutan Raja Hotel and Convention Center, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (24/9/2026).

Sebanyak 50 perwakilan anggota mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Layanan Publik ASN Talenta Berbasis Literasi Agama dan Keagamaan”.

Baca Juga:Bejat! Pria 50 Tahun di Tasikmalaya Diduga Gagahi Bocah SD hingga Enam KaliBI: Uang Kertas Bertanda Tangan Purbaya-Perry Tetap Berlaku

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dudu Rohman, mengatakan pembentukan Satgas tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya membangun gerakan literasi keagamaan yang mampu menjangkau masyarakat, termasuk melalui ruang digital.

Menurutnya, derasnya arus informasi menuntut masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami dan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

“Literasi tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan memperoleh informasi. Literasi harus sampai pada kemampuan memahami, menyaring, memeriksa, dan menggunakan informasi secara tepat,” kata Dudu.

Ia menekankan pentingnya prinsip tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 6.

Dudu juga meminta Satgas mengoptimalkan seluruh potensi di lingkungan Kemenag, mulai dari Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pesantren, penyuluh agama hingga organisasi keagamaan.

“Kementerian Agama tidak boleh hanya hadir ketika masyarakat datang ke kantor, kita harus hadir di ruang-ruang tempat masyarakat berada, termasuk di ruang digital,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. M. Nur Rochmat Robi, menjelaskan pembentukan Satgas merupakan tindak lanjut arahan penguatan literasi keagamaan di Semarang.

Baca Juga:Mentan Sebut Penindakan Impor Beras Ilegal Lindungi Petani, Benarkah?Wabup Tasikmalaya Minta ASN Tak Sekadar Kerja Rutin, Program Pemda Harus Sampai ke Masyarakat

Pembentukan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan peta jalan dan struktur kerja agar pelaksanaan program berjalan terarah serta berkelanjutan.

“Satuan Tugas Literasi Agama dan Keagamaan memiliki maksud sebagai acuan bersama dalam melaksanakan, mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi penguatan literasi agama dan keagamaan secara terarah, terpadu, terukur, dan berkelanjutan,” kata Nur Rochmat.

Satgas tersebut memiliki delapan divisi kerja terintegrasi dan sejumlah program unggulan, di antaranya Radar Literasi Keagamaan Jabar, Klinik Literasi Keagamaan, Jabar Tabayun, Jabar Punya Cerita, Literasi Challenge, serta Kemenag Jabar Literasi Award.

0 Komentar