Kepuasan Publik terhadap Erwan Timpang dengan Dedi Mulyadi, Elektabilitas Golkar Terkoreksi

Direktur LSI Djayadi Hanan bersama Dosen Unpad Antik Bintari, Kamis (23/7). (son)
Direktur LSI Djayadi Hanan bersama Dosen Unpad Antik Bintari, Kamis (23/7). (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi masih berada di level sangat tinggi. Namun, kondisi berbeda terlihat pada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. Di sisi lain, elektabilitas Partai Golkar di Jawa Barat juga tercatat mengalami sedikit koreksi.

Hal itu berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dalam pemaparan hasil survei pada Kamis (23/7), LSI mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Dedi Mulyadi mencapai 95,4 persen, atau nyaris menyentuh angka 100 persen.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tingkat kepuasan publik terhadap Erwan Setiawan yang berada di angka 59 persen. Rinciannya, sebanyak 50,3 persen responden mengaku cukup puas dan 8,7 persen lainnya menyatakan sangat puas.

Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih

Sementara itu, responden yang mengaku kurang puas terhadap kinerja Erwan mencapai 20,1 persen. Adapun 2,8 persen lainnya menyatakan tidak puas sama sekali.

Berdasarkan sebaran demografi, terdapat sejumlah daerah yang mencatat tingkat kepuasan terhadap Erwan relatif rendah. Di antaranya Kota Sukabumi sebesar 6,1 persen dan Kota Tasikmalaya yang berada di angka 7,3 persen.

Direktur LSI Djayadi Hanan mengatakan, kesenjangan tingkat kepuasan publik antara kepala daerah dan wakilnya bukan merupakan fenomena baru.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. “Ada di mana-mana ya. Dan saya kira melihat popularitas Gubernur yang sangat tinggi di Jawa Barat, tentu tidak mudah bagi Wakil Gubernur-nya untuk mengikuti,” cetusnya.

Ia menjelaskan, dalam praktik pemerintahan, kepala daerah memang cenderung lebih banyak tampil di hadapan publik dibandingkan wakilnya.

“Memang yang harus lebih banyak tampil ke masyarakat kan Gubernurnya. Karena posisi Wakil Gubernur itu biasanya adalah menggantikan kalau Gubernurnya berhalangan,” katanya.

Dampak ke Partai Golkar

Dalam survei yang sama, LSI turut memotret elektabilitas sejumlah partai politik di Jawa Barat dan mengaitkannya dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pimpinan daerah.

Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air

LSI melakukan simulasi dengan menampilkan 20 nama dan logo partai politik. Hasilnya, elektabilitas Partai Gerindra mencapai 26,6 persen. Sementara Partai Golkar berada di angka 11,8 persen.

Jika dibandingkan dengan perolehan suara pada Pemilu 2024, elektabilitas Partai Golkar tercatat mengalami sedikit koreksi. Pada Pemilu 2024, Partai Golkar memperoleh 14,01 persen suara untuk pemilihan DPRD. Sementara Partai Gerindra meraih 16,79 persen.

0 Komentar