JABAR EKSPRES – Dampak musim kemarau di Kabupaten Tasikmalaya semakin meluas. Jika sebelumnya krisis air bersih banyak terjadi di wilayah perkampungan dan pedesaan, kini kawasan permukiman yang berada di sekitar perkotaan juga mulai merasakan dampaknya.
Salah satunya di Perum De Panorama Residence, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, yang mendapat bantuan air bersih dari Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (22/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, FK Tagana menyalurkan 12.000 liter air bersih menggunakan armada tangki bantuan Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air
Air bersih didistribusikan langsung ke penampungan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan pendistribusian dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap meluasnya dampak kekeringan yang kini tidak hanya dirasakan masyarakat di pedesaan, tetapi juga kawasan perumahan.
“Musim kemarau tahun ini membuat kebutuhan air bersih terus meningkat. Kami berupaya hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar penanganan dampak kekeringan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Menurut Jembar, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kekeringan kini semakin meluas. Karena itu, ia mengajak seluruh unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat untuk memperkuat gotong royong serta menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau berlangsung.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengungkapkan pendistribusian air bersih terus dilakukan ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air.
Hingga 21 Juli 2026, bantuan air bersih telah menjangkau 15 desa di 11 kecamatan, dengan total penerima manfaat mencapai 4.739 kepala keluarga atau 20.338 jiwa.
“Total air bersih yang telah kami distribusikan bersama para relawan dan berbagai pihak mencapai 160.000 liter. Distribusi akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan selama musim kemarau masih berlangsung,” kata Roni, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga:Kurangi Sampah Plastik, ITB Olah Styrofoam Jadi Perekat Bernilai EkonomiPemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak Kemarau
Ia menambahkan, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan berbagai unsur lainnya untuk memastikan wilayah yang mengalami krisis air bersih dapat segera memperoleh bantuan.
Roni juga mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia. Menurutnya, kepedulian bersama menjadi salah satu kunci untuk menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
