Bapanas Ajak Pemda untuk Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Ilustrasi harga pangan dioptimalkan stabil. (Foto: Kementan)
Ilustrasi harga pangan dioptimalkan stabil. (Foto: Kementan)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional dengan mendorong pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap kondisi pasokan, distribusi, hingga pergerakan harga di masing-masing wilayah.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Hermawan, mengatakan pemerintah daerah memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi gejolak harga maupun gangguan pasokan pangan.

Karena itu, koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar langkah stabilisasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga:Dampak Kemarau di Tasikmalaya Meluas, 26 Kecamatan dan Lebih dari 2.100 Hektare Sawah Alami KekeringanLongsor Terjang Kampung Naga Tasikmalaya, 2,5 Hektare Sawah Tertimbun

“Penguatan koordinasi menjadi faktor penting untuk memastikan keseimbangan harga di seluruh rantai pasok sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali,” ujar Hermawan.

Menurutnya, pengendalian inflasi pangan tidak hanya berfokus pada harga yang tinggi di tingkat konsumen, tetapi juga harus melindungi produsen ketika harga komoditas anjlok di bawah harga acuan.

Dengan demikian, keseimbangan antara kepentingan petani, peternak, pelaku usaha, dan masyarakat tetap terjaga.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah diminta melakukan pemantauan harga dan stok secara berkala, memastikan distribusi logistik berjalan lancar, memperkuat pengawasan bersama Satgas Pangan terhadap potensi penimbunan, serta menyampaikan data harga dan pasokan secara cepat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan ketika harga terlalu tinggi di tingkat konsumen, tetapi pemerintah juga harus hadir ketika harga di tingkat produsen jatuh terlalu rendah,” kata Hermawan.

Hermawan menegaskan pemerintah daerah perlu segera melakukan intervensi apabila harga komoditas berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) atau Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen, maupun melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau HAP di tingkat konsumen.

Sementara itu, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stabilitas pangan hanya dapat tercapai apabila seluruh pelaku dalam rantai pasok memperoleh manfaat yang seimbang.

Baca Juga:Indonesia Kian Dilirik Kreator Dunia, Kolaborasi Internasional Dinilai Perkuat Industri KreatifProgram E10 Tak Cukup Sekadar Kurangi Impor BBM, Kesiapan Produksi Jadi Kunci

Menurutnya, petani dan peternak harus mendapatkan harga yang layak agar tetap berproduksi, sedangkan masyarakat harus memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau.

Ia menyebut kondisi pasokan sejumlah komoditas strategis seperti beras, jagung, gula konsumsi, bawang, telur, dan daging saat ini berada dalam kondisi aman. Tantangan berikutnya adalah memastikan harga berbagai komoditas tersebut tetap stabil di tingkat produsen maupun konsumen.

0 Komentar