JABAR EKSPRES – Longsor besar yang diduga dipicu gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 yang berpusat di barat daya Kabupaten Sukabumi menerjang kawasan persawahan di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (19/7/2026) pukul 15.50 WIB. Sebanyak 2,5 hektare sawah milik warga tertimbun material longsor hingga mengakibatkan gagal tanam.
Mencekamnya peristiwa itu terekam kamera telepon genggam milik Diki, warga yang saat itu sedang mencari belut (ngurek) di pematang sawah tepat di depan lokasi longsor.
Dalam video tersebut terlihat pepohonan bergoyang tanpa adanya angin kencang sebelum tebing tiba-tiba bergerak dan ambruk. Suara seorang pria yang melantunkan selawat serta teriakan seorang ibu memanggil anaknya menambah suasana panik.
Baca Juga:Usai Dua Tahun Menanti, Komisi IV DPRD Kawal Relokasi Korban Longsor dan Pergerakan Tanah di Selatan KBBWarga Minta Proyek Galian G-Land Padalarang Dihentikan, Khawatir Tebing Longsor
“Awalnya saya lihat pohon kelapa dan pohon pete bergoyang-goyang, padahal tidak ada angin besar,” kata Diki.
Merasa ada yang tidak beres, ia langsung merekam kejadian. Tak lama kemudian, tebing bersama pepohonan besar runtuh dan bergerak menimbun hamparan sawah di bawahnya.
Kepala Dusun Kampung Naga, Abah Otoy, mengatakan longsor nyaris menelan banyak korban jiwa. Sekitar 45 menit sebelum kejadian, kawasan sawah yang tertimbun masih dipenuhi warga yang sedang menanam padi, membersihkan lahan, hingga anak-anak yang mencari belut.
“Di situ banyak ibu-ibu sedang tandur, ada yang ngaberak, saya sendiri sedang membetulkan aliran air ke sawah. Bahkan ada anak-anak yang sedang ngurek mencari belut,” ujarnya.
Beruntung, sekira pukul 15.00 WIB warga mulai meninggalkan sawah setelah mendengar azan Asar. Saat longsor terjadi, Abah Otoy baru saja keluar dari masjid usai menunaikan salat Asar.
“Saya kaget mendengar teriakan warga. Begitu sampai di lokasi, hamparan tanah bercampur pepohonan sudah menutupi seluruh area sawah,” katanya.
Menurut Abah Otoy, sedikitnya terdapat 35 petak sawah milik delapan warga Kampung Naga yang tertimbun longsor. Sebagian besar sawah tersebut baru selesai ditanami benih padi, bahkan ada yang baru ditanam beberapa jam sebelum bencana terjadi.
Baca Juga:Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak DiniEkspor Satu Pintu Diklaim Mampu Dongkrak Harga Komoditas dan Pendapatan Petani?
“Semua baru ditanami benih padi, bahkan ada yang baru ditanami siang itu juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, Senin (20/7/2026), membenarkan kejadian tersebut. Longsor terjadi di Kampung Naga RT 001/RW 001, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, tepat di perbatasan Desa Neglasari dan Desa Nangtang.
