JABAR EKSPRES – Akses sepeda motor di samping pelintasan rel kereta api arah Bogor-Jakarta yang selama ini menjadi jalur alternatif penghubung Jalan Kedung Badak dengan Jalan Sholeh Iskandar di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, resmi ditutup permanen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan penutupan mulai diberlakukan pada Rabu (1/7/2026).
Penutupan dilakukan karena jalur tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain berada tepat di sisi rel kereta api tanpa pembatas pengaman, jalur tersebut juga memiliki lebar jalan yang sangat sempit sehingga hanya dapat dilalui satu sepeda motor secara bergantian dari dua arah.
Baca Juga:KMRT Tuding Pemkab Tasikmalaya Abaikan Putusan KI Jabar, Ancam Gugat ke PTUNHUT Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Pacu Akselerasi Pelayanan Lewat Optimalisasi Call Center 110
“Ditutup ya karena untuk pengamanan warga masyarakat. Masyarakat terkadang mencari jalan yang lebih mudah untuk melintas, namun jalur ini sangat membahayakan jiwa karena tidak ada kontrol maupun deteksi kereta yang melintas,” kata Esti saat dikonfirmasi langsung pada Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (2/7) siang, dari arah Jalan Kedung Badak, jalur telah ditutup menggunakan susunan bambu dan bebatuan sehingga kendaraan roda dua tidak lagi dapat melintas.
Sementara dari arah Jalan Sholeh Iskandar, penutupan dilakukan menggunakan water barrier, tiang besi yang dipasang secara vertikal, serta banner pemberitahuan.
Tanggapan Warga
Salah seorang warga sekitar, Adi (30), menilai penutupan jalur tersebut membuat kawasan sekitar menjadi lebih aman.
Pasalnya, tidak jauh dari jalur di samping rel, terdapat kawasan permukiman yakni Kampung Kedung Badak R1 01 RW 01 yang sebelumnya kerap dilintasi pengendara sepeda motor menuju jalan pintas tersebut.
Menurutnya, setelah akses ditutup, kendaraan bermotor tidak lagi melintas di kawasan permukiman sehingga aktivitas warga, terutama anak-anak yang bermain, menjadi lebih nyaman.
“Untuk warga sini sekarang cukup aman. Banyak anak kecil juga main di sini karena tidak jauh dari jalan itu kan kawasan permukiman, jadi lebih aman karena sudah jarang ada motor yang lewat,” ujar Adi saat ditemui di Kedung Badak, Kota Bogor.
Baca Juga:Sertifikasi Halal Jadi Kunci UMK Tembus Pasar Nasional hingga EksporKerja Sama Indonesia-Belarus Kian Menguat, Target Nilai Perdagangan Tembus US$500 Juta
Senada, warga lainnya, Iman (54), mendukung penuh penutupan akses tersebut. Akses di samping rel kereta api itu, kata Iman, sangat berbahaya karena memiliki lebar yang sempit dan berada tepat di sisi rel tanpa pembatas.
