KPID Bekali Anggota Pramuka Peka Ancaman Ideologis di Medsos

KPID Bekali Anggota Pramuka Peka Ancaman Ideologis di Medsos
Pembekalan Anggota Pramuka di BCH Bandung. (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Pramuka tak hanya soal membangun tenda dan berkemah, mereka juga diajak melek terhadap ancaman konten media sosial termasuk edukasi ke masyarakat.

Hal itu adalah langkah yang diambil Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat. Mereka menggandeng Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Barat.

Mulanya, perwakilan anggota Pramuka Kwarda Jabar diedukasi dulu oleh KPID Jawa Barat Selasa (6/10). Mereka dibekali pengetahuan seputar perkembangan medsos dan ancamannya. Misalnya soal bahaya psikologis yang mengakibatkan fomo hingga ancaman ideologis.

Baca Juga:Penganiayaan Maut Gegerkan Tanjungjaya, Pria 36 Tahun Tewas Bersimbah DarahLuhut Dorong Hilirisasi Rumput Laut, Indonesia Ingin Naik Kelas dari Eksportir Bahan Mentah

Ketua KPUD Jawa Barat Adiyana Slamet menjelaskan, pelibatan itu tentu bukan tanpa alasan. Saat ini penetrasi media berbasis internet di kalangan Gen Z saat ini sudah mencapai angka 99,8 persen.

Tingginya angka penggunaan internet itu menyimpan berbagai potensi bahaya jika tidak diimbangi dengan pemahaman literasi yang kuat. KPID sendiri telah membuktikan dengan riset yang telah dilakukan. KPID Jawa Barat memetakan dampak media dalam enam aspek, yakni ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, serta psikologi (5+1).

Medsos begitu berdampak dan lain cerita dengan televisi ataupun radio. Karena media siaran seperti televisi dan radio memiliki regulasi ketat yang menjaga fungsi informasi dan edukasi demi pembangunan sumber daya manusia.

“Riset kami jelas. Data menunjukkan bahwa 62,3 persen Gen Z terganggu tingkat religiusitasnya akibat konten di media sosial,” terangnya, Selasa (6/10).

Menurut Adiyana, media sosial kini menjadi ruang pertarungan informasi yang rentan disinformasi, misinformasi, hingga memicu konflik sosial akibat fenomena filter bubble. Tak hanya itu, ruang digital juga berdampak pada kesehatan mental dan keamanan data Gen Z.

KPID ingin kondisi itu tak semakin meluas karena melakukan berbagai upaya sembari menunggu perbaikan regulasi pengawasan.

Salah satunya adalah dengan menggandeng para Anggota Pramuka. “Mereka ini kan jejaring juga kuat sampai 27 kota kabupaten. Bisa untuk edukasi ke anggota maupun langsung ke masyarakat ” jelasnya.

Baca Juga:Bapanas Siapkan Subsidi Angkut untuk Redam Gejolak Harga Ayam295 Pedagang Ditata, Alun-Alun dan Terminal Singaparna Diproyeksikan Bebas PKL serta Parkir Liar

Selain itu, KPID Jawa Barat telah berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait seperti Kesbangpol, DP3AKB, dan Disdik Jawa Barat. Hasil riset ini diusulkan menjadi dasar kebijakan daerah, termasuk dorongan pembentukan Peraturan Daerah (Perda). (son)

0 Komentar