Kerja Sama Indonesia-Belarus Kian Menguat, Target Nilai Perdagangan Tembus US$500 Juta

Kerja Sama Indonesia-Belarus Kian Menguat, Target Nilai Perdagangan Tembus US$500 Juta
Ilustrasi Kerja sama Indonesia dan Belarus kian menguat. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus menunjukkan tren yang semakin positif. Pemerintah menargetkan nilai perdagangan dan investasi kedua negara dapat meningkat hingga mencapai 500 juta dolar AS seiring penguatan kerja sama melalui perjanjian dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan hubungan bisnis kedua negara tercermin dari penandatanganan 17 nota kesepahaman (MoU) antarpelaku usaha dalam Forum Bisnis Indonesia-Belarus dan Business Matching yang digelar di Jakarta, Selasa.

“Pada kesempatan ini (Forum Bisnis Indonesia-Belarus dan Business Matching) tadi di saksikan 17 MoU, business to business,” kata Airlangga

Baca Juga:Implementasi B50 Dinilai Berpotensi Menaikkan Biaya Perawatan Mesin, Meski Perkuat Ketahanan EnergiMenkeu Kaji Ulang Pajak Pencairan JHT, Fokus pada Aspek Keadilan Peserta

Menurut Airlangga, kerja sama Indonesia dengan Belarus telah berlangsung cukup lama, namun kini memasuki babak baru setelah adanya kesepakatan perdagangan dengan negara-negara anggota EAEU yang terdiri atas Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia.

Saat ini, proses ratifikasi perjanjian masih berlangsung, terutama untuk Rusia dan Belarus. Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan langkah lanjutan agar perjanjian tersebut segera memperoleh persetujuan.

Nilai perdagangan Indonesia dan Belarus saat ini mencapai sekitar 220 juta dolar AS dan terus menunjukkan peningkatan sejak penandatanganan kerja sama dengan EAEU. Pemerintah optimistis angka tersebut dapat meningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu dekat.

“Kita berharap penandatanganan EAEU ini segera diratifikasi. Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR untuk Rusia dan Belarus sudah meratifikasi perjanjian ini,” ujarnya.

Airlangga berharap nilai investasi dan kerja sama antara Indonesia-Belarus dapat meningkat hingga 500 juta dolar AS dan produk-produk Indonesia dapat dijual di sana.

“Kita berharap dalam waktu dekat bisa mencapai sampai dengan 500 juta dolar AS,” ucapnya.

Selain mendorong kenaikan nilai perdagangan, perjanjian tersebut juga membuka peluang yang lebih besar bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar EAEU.

Baca Juga:Peringatan Harganas ke-33, Bupati Cecep: Keluarga Tangguh Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045Warga Keluhkan Truk Tronton Penuhi Jalan Raya Klapanunggal Bogor, Macet hingga Jalur Cepat Rusak

Setelah diratifikasi, lebih dari 90 persen produk Indonesia yang diekspor ke kawasan tersebut diperkirakan akan memperoleh fasilitas bebas bea masuk. Kebijakan serupa juga berlaku bagi produk asal Belarus yang masuk ke Indonesia.

Airlangga menilai kemudahan akses pasar tersebut akan menjadi momentum penting bagi pelaku usaha kedua negara untuk memperluas kerja sama perdagangan maupun investasi.

0 Komentar