Paguyuban Pasundan Gembleng Ratusan Pelajar dengan Konsep Kemah Besar: Ini Implementasi UU Pendidikan

Paguyuban Pasundan Gembleng Ratusan Pelajar dengan Konsep Kemah Besar: Ini Implementasi UU Pendidikan
Pembukaan Kemah Besar Paguyuban Pasundan. (son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Paguyuban Pasundan punya cara berbeda dalam menggembleng karakter anak didik, yakni dengan kemah besar.

Seperti yang dilakukan pada Selasa (6/10). Sebanyak lebih dari 5.200 pelajar digembleng di Bumi Perkemahan Kiara Payung.

Mereka adalah pelajar dari sejumlah sekolah di Bandung Raya. Dalam 3 hari ke depan bakal mengikuti beberapa pendidikan yang dipadukan dengan unsur budaya. Dan tentunya mereka bakal menginap dalam tenda di kawasan itu.

Baca Juga:SMPIT Al Fitrah Bandung Dorong Siswa Tak Sekadar Hafal Al-Qur’an, tapi Mampu Mengabdi dan BerkaryaBeri Kuliah Umum pada Mahasiswa Baru UNLA, Ini Kata Kapolda Jabar 

Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi menjelaskan, ada dasar yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan itu. Penggemblengan itu juga bagian dari semangat pendidikan tanah air.

Yaitu bentuk implementasi undang-undang sistem pendidikan nasional untuk melahirkan peserta didik yang tangguh dan bertanggung jawab. “Jadi ini implementasi juga Undang Undang Pendidikan,” cetusnya.

Didi melanjutkan, kegiatan ini juga merupakan bentuk pendidikan karakter. Metodenya akan dimasukkan dalam berbagai kegiatan yang ada.

“Pelajar itu harus punya karakter pantang menyerah, pemberani, petarung, dan bertanggung jawab,” sambungnya.

Di sisi lain, Ketua Puseur Sako Pramuka Paguyuban Pasundan Budiana menambahkan, perkemahan ini difungsikan sebagai sarana pembinaan mental dan self healing bagi para siswa di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pasundan. Yang menarik, perkemahan juga dipadukan dengan budaya.

“Karena kebudayaan berakar dari misi agung Paguyuban Pasundan yang terus konsisten merawat serta merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal di tengah tantangan zaman modern,” cetusnya.

Nantinya para peserta bakal padat kegiatan, karena banyak aktivitas yang akan diikuti. Mulai dari permainan edukatif, penampilan budaya hingga penanaman budi pekerti. “Instrukturnya juga berpengalaman. Dari Pasundan,” katanya. (son)

0 Komentar