JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Pada 2026 mendatang, Pemkot Cimahi menargetkan penanganan sebanyak 1.390 unit rumah melalui berbagai sumber pendanaan, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Amy Pringgo mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.
Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi 2026, pemerintah telah mengalokasikan perbaikan sebanyak 390 unit rutilahu. Setiap penerima bantuan akan mendapatkan anggaran sebesar Rp25 juta, dengan rincian Rp20,44 juta untuk kebutuhan material bangunan dan Rp4,56 juta untuk biaya tenaga kerja.
Baca Juga:BPBD Kabupaten Bogor Prediksi Puncak Kekeringan Terjadi Agustus-SeptemberKapolda Jabar Cup 2026 : Sempat Tertinggal, Tim Voli Polres Tasikmalaya Menang Telak 3-0 di Laga Perdana
Selain itu, Pemkot Cimahi juga mengusulkan bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 1.000 unit kepada pemerintah pusat.
“Dari total 1.000 unit BSPS yang diajukan, sejauh ini baru sekitar 190 unit yang sudah terverifikasi. Sementara itu, kami juga tengah mengusulkan bantuan keuangan provinsi, yakni sekitar 48 unit di kawasan kumuh dan 10 unit di luar kawasan kumuh,” ujar Amy pada Jabar Ekspres, Jum’at (19/6/26).
Meski demikian, jumlah penerima manfaat dari program BSPS masih menunggu hasil verifikasi dan validasi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Intinya memang belum final semuanya, karena yang BSPS terutama itu kita masih menunggu proses verifikasi dan validasi dari Kementerian PKP untuk kepastiannya. Jadi, mudah-mudahan sih harapannya bisa mencapai 1.000 penerima sesuai dengan usulan dari Wali Kota,” kata Amy.
Amy menjelaskan, target 1.390 unit tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah program yang telah diajukan pemerintah daerah. Selain usulan BSPS sebanyak 1.000 unit, terdapat pula 390 unit melalui APBD Kota Cimahi serta bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat sebanyak 58 unit.
“Kalau jumlah itu kan, kalau target ya, kita sudah mengusulkan BSPS 1.000 unit. Ditambah yang dari APBD Kota Cimahi sebanyak 390 unit, lalu bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat 48 unit, ditambah lagi 10 unit, sehingga totalnya menjadi 58 unit,” jelasnya.
