Menurut Amy, seluruh program tersebut masih dalam tahap pengajuan. Namun, pemerintah daerah telah melakukan pemetaan kebutuhan sebagai dasar penanganan rutilahu di tahun mendatang.
Ia mengakui, tantangan penyediaan hunian layak di Kota Cimahi tidak terlepas dari keterbatasan lahan. Sebagai wilayah perkotaan dengan tingkat kepadatan tinggi, sebagian kawasan permukiman masih membutuhkan perhatian dalam penanganan kualitas hunian.
“Jumlah rutilahu di Cimahi itu cukup besar sebenarnya. Jadi, masih kurang sekali sebenarnya. Dikarenakan memang sebagian besar perumahan atau kawasan di Cimahi itu bisa dikategorikan sebagai kawasan kumuh,” ungkap Amy.
Baca Juga:BPBD Kabupaten Bogor Prediksi Puncak Kekeringan Terjadi Agustus-SeptemberKapolda Jabar Cup 2026 : Sempat Tertinggal, Tim Voli Polres Tasikmalaya Menang Telak 3-0 di Laga Perdana
Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan strategi jangka panjang agar kebutuhan hunian masyarakat tetap dapat terpenuhi. Salah satu solusi yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan konsep hunian vertikal.
“Tentunya menyebabkan untuk membangun rumah yang layak huni itu agak sulit karena keterbatasan lahan. Jadi, memang kalau program jangka panjangnya kita pasti harus vertical housing karena kan keterbatasan lahan,” ujarnya.
Melalui konsep tersebut, Pemkot Cimahi berencana mengembangkan hunian vertikal berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Hunian vertikal dinilai menjadi solusi strategis untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia sekaligus membantu mengurangi persoalan rutilahu di tengah keterbatasan ruang pembangunan di Kota Cimahi.
Namun, sebelum rencana tersebut terealisasi secara luas, pemerintah tetap akan melanjutkan program perbaikan rutilahu sebagai langkah penanganan yang berjalan saat ini.
Dengan kombinasi program perbaikan rumah dan rencana pembangunan hunian vertikal, Pemkot Cimahi berharap kebutuhan hunian layak bagi masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.
“Nanti kita akan perbanyak vertical housing itu. Nah, sebelum sampai ke sana ya tentunya kita pakai program rutilahu dulu. Jadi, rumah-rumah yang tidak layak ini coba kita intervensi dengan bantuan baik dari APBD kota ataupun APBD pusat dari kementerian,” pungkas Amy. (Mong)
