JABAR EKSPRES – BPBD Kabupaten Bogor memprediksi dampak kekeringan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan seiring memasuki puncak musim kemarau.
Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan, musim kemarau di Kabupaten Bogor mulai berlangsung sejak awal Juni 2026.
Kata dia, berdasarkan informasi dari BMKG, puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.
Baca Juga:Kapolda Jabar Cup 2026 : Sempat Tertinggal, Tim Voli Polres Tasikmalaya Menang Telak 3-0 di Laga PerdanaRibuan Motor Listrik BGN Senilai Rp1,3 Triliun di Sentul Bogor Disegel!
“Musim kemarau itu sebenarnya dimulai kalau untuk Kabupaten Bogor awal Juni, kita dapat datanya dari BMKG, puncak keringan itu diprediksi ada pada bulan Agustus dengan September,” ujar Ade, Jumat (19/6/26).
Terlebih, kata dia, kondisi tersebut berpotensi berlangsung hingga Oktober sebelum intensits kemarau mulai menurun.
Menghadapi kondisi itu, Ia mengimbau masyarakat mulai melakukan penghematan penggunaan air bersih sejak sekarang.
“Yang pasti harus melakukan penghematan air ya, sebenarnya itu, hal yang kecil dan bisa kita lakukan semuanya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kekeringan mulai melanda wilayah di Kabupaten Bogor diantaranya Desa Gunungsari Kecamatan Citeureup, Desa Parakan Muncang Kecamatan Nanggung, dan Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang.
Secara keseluruhan menurut data BPBD, terdapat tiga kecamatan dan tiga desa yang terdampak kekeringan. Sebanyak 322 KK atau 1.177 jiwa menerima bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Bogor. (Dzihar)
