JABAR EKSPRES – Gigitan hewan, unggas yang mati mendadak, hingga genangan air yang tercemar urine tikus dapat menjadi sumber penularan penyakit berbahaya.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonotik atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia.
Imbauan tersebut disampaikan dalam Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonotik yang digelar pada 9-10 Juli 2026 di Kantor Bupati Bandung Barat.
Baca Juga:Debu Batu Kapur Mulai Ancam Kesehatan Warga, Dinkes KBB Terjunkan Tim SurveilansDinkes KBB Kerahkan Petugas Kesehatan di Kawasan Wisata Lembang Saat Libur Panjang
Kegiatan itu diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) dan Pokja Risk Communication and Community Engagement (RCCE).
Lokakarya juga melibatkan Dinas Peternakan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Palang Merah Indonesia (PMI), promotor kesehatan, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta insan media.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung Barat, Dudy Prabowo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas komunikasi publik sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi penyakit zoonotik, seperti rabies, flu burung, antraks, dan leptospirosis.
“Lokakarya ini bertujuan meningkatkan efektivitas komunikasi publik sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi penyakit zoonotik, seperti rabies, flu burung, antraks, dan leptospirosis,” ujarnya di Ngamprah, Kamis (9/7/2026).
Menurut Dudy, peserta juga mendapat pelatihan komunikasi agar informasi mengenai pencegahan penyakit dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Selain itu, peserta dibekali kemampuan untuk menangkal hoaks yang kerap muncul saat terjadi wabah penyakit. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun jauh sebelum wabah terjadi.
“Jangan sampai penyakitnya muncul dan menyebar tapi kita belum siap. Justru di masa tenang ini ketika belum ada wabah kita sudah bersiap dan berkoordinasi,” katanya.
Baca Juga:Soal Usulan Penghapusan Pajak JHT hingga THR, Ini Kata PurbayaJanji Tindaklanjuti Catatan Kritis DPRD, Pemkab Tasikmalaya Komitmen Perkuat PAD dan Kualitas Belanja Daerah
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan KBB, dr. Enung Masruroh, mengatakan pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting dalam menghadapi ancaman penyakit menular.
Ia menilai kesiapan pemerintah dan masyarakat menjadi faktor utama agar wabah dapat dicegah dan ditangani lebih cepat.
“Belajar dari pandemi COVID-19 pada tahun 2020 dan wabah flu burung yang terjadi pada tahun 2007 di Kota Cimahi yang berdekatan dengan Kabupaten Bandung Barat, membangun kesiapan pemerintah dan masyarakat sangat penting agar wabah dapat dicegah dan ditangani dengan cepat, jangan sampai ada korban,” katanya.
