JABAR EKSPRES – Program Studi (Prodi) Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat pembelajaran berbasis praktikum dan riset sebagai upaya menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia industri yang semakin berkembang.
Mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kuliah, tetapi juga didorong menguasai keterampilan laboratorium, penelitian, hingga pengembangan inovasi sejak awal masa studi.
Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Bioteknologi UM Bandung, Nadzira Nurul Fadhilah, mengatakan sistem pembelajaran di Prodi Bioteknologi dirancang agar mahasiswa mampu memahami penerapan ilmu secara langsung.
Baca Juga:Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan Inflasi
Hampir seluruh materi yang dipelajari di kelas diikuti dengan kegiatan praktikum sehingga mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan praktik di laboratorium.
“Di sini kami bukan cuma belajar dari buku. Hampir setiap materi didukung dengan praktikum, jadi konsep yang dipelajari langsung dipraktikkan. Selain itu, dosen juga memastikan mahasiswa benar-benar paham, bukan sekadar mengejar nilai,” kata Nadzira saat ditemui di Kampus UM Bandung, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, pengalaman praktik tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa karena dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan terbiasa bekerja sesuai prosedur ilmiah.
Selain pembelajaran di laboratorium, lanjut Nadzira, mahasiswa juga mendapat pendampingan dari dosen untuk mengembangkan kompetensi di luar ruang kelas.
Bentuk pendampingan itu diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), penelitian, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), hingga kompetisi karya ilmiah tingkat regional maupun nasional.
Ia menilai dukungan tersebut membuat mahasiswa memiliki lebih banyak pengalaman sebelum menyelesaikan pendidikan. Tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun solusi, bekerja sama dalam tim, serta berkomunikasi secara ilmiah.
“Dosen selalu memberikan ruang untuk berkembang. Mau ikut PKM, penelitian, P2MW, atau lomba karya ilmiah, kami selalu didukung. Jadi, selama kuliah, kami benar-benar didorong untuk berani mencoba dan mengembangkan kemampuan,” ujarnya.
Baca Juga:DPRD Didorong Jadi Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif di DaerahPermintaan China Dongkrak Ekspor Rempah Indonesia, Kapulaga Jadi Komoditas Unggulan
Nadzira menjelaskan, budaya riset menjadi salah satu ciri pembelajaran di Prodi Bioteknologi UM Bandung. Mahasiswa dibiasakan terlibat dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga program magang sehingga mampu memahami persoalan di lapangan sekaligus mencari solusi melalui pendekatan ilmiah.
