Sekolah Alam Hayati Lahir di Tasikmalaya, Bupati Cecep Resmikan Institut Alam Rimba Puncak Suji

Sekolah Alam Hayati Lahir di Tasikmalaya, Bupati Cecep Resmikan Institut Alam Rimba Puncak Suji
Bupati Cecep Nurul Yakin resmikan berdirinya Institut Alam Rimba Foto : Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kabupaten Tasikmalaya resmi memiliki pusat pendidikan berbasis alam setelah Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin meresmikan Institut Alam Rimba Puncak Suji dalam rangkaian Festival Edukasi Alam Desa di Kampung Puncak Suji, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Rabu (1/7/2026) lalu.

Peresmian tersebut menjadi penanda lahirnya sebuah gerakan pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis alam, pembentukan karakter, konservasi lingkungan, riset terapan, hingga pemberdayaan masyarakat desa dalam satu ekosistem yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan semakin terbatasnya ruang belajar yang mampu membentuk karakter generasi muda, kehadiran Institut Alam Rimba Puncak Suji diharapkan menjadi alternatif pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap alam.

Baca Juga:Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan Inflasi

Bupati Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, serta penguatan kemandirian masyarakat desa harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari arah pembangunan Kabupaten Tasikmalaya.

“Alam harus menjadi ruang belajar yang mampu membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus kesiapan menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Konsep yang diusung Institut Alam Rimba Puncak Suji menempatkan alam bukan sekadar objek yang dimanfaatkan, melainkan sebagai laboratorium kehidupan.

Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diajak belajar secara langsung mengenai kepemimpinan, tanggung jawab sosial, konservasi lingkungan, hingga pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Direktur Institut Alam Rimba Puncak Suji, Resta Syada, mengatakan lembaga yang dipimpinnya dibangun sebagai ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, konservasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.

“Institut Alam Rimba Puncak Suji hadir sebagai ruang belajar yang mengajak masyarakat kembali mencintai alam, membangun karakter generasi muda, sekaligus mendorong kemandirian desa melalui pendidikan berbasis lingkungan,” katanya.

Baca Juga:DPRD Didorong Jadi Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif di DaerahPermintaan China Dongkrak Ekspor Rempah Indonesia, Kapulaga Jadi Komoditas Unggulan

Menurut Resta, proses pendidikan tidak boleh berhenti pada pembelajaran teori di dalam kelas.

Pendidikan harus mampu menghadirkan pengalaman nyata yang membangun kepedulian, tanggung jawab sosial, serta kesadaran menjaga keseimbangan ekosistem.

Rangkaian Festival Edukasi Alam Desa juga diisi berbagai kegiatan edukatif, termasuk Sarasehan Pendidikan Alam bertema Membangun Generasi Berkarakter melalui Pembelajaran Berbasis Alam yang mempertemukan unsur pemerintah, legislatif, pegiat lingkungan, akademisi, dan masyarakat untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan berbasis lingkungan di Kabupaten Tasikmalaya.

0 Komentar