Timpang! Survei Kepuasan Publik Dedi Mulyadi Meroket, Begini Respon Wakil Gubernur Jabar

Survei Kepuasan Publik Dedi Mulyadi Meroket di 1 Tahun Pemerintahan, Begini Respon Wakil Gubernur Jabar
Wagub Jawa Barat Erwan Setiawan. (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepuasan publik atau approval rating Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meroket di satu tahun pemerintah, namun kepuasan itu cukup timpang dengan kinerja Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan.

Kepuasan publik tersebut berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dipublikasikan Senin (16/2). Founder Indikator Politik Indonesia Prof. Burhanuddin Muhtadi menguraikan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Dedi Mulyadi tembus sekitar 95,5 persen.

Sedangkan Wakil Gubernur Erwan Setiawan hanya mendapat respon cukup puas sebesar 49,7 persen dan sangat puas 5,6 persen, jika ditotal hanya sekitar 55,5 persen.

Baca Juga:Gedung Sate Dikepung Truk Tronton Tambang, Tuntut Janji Kompensasi Gubernur Jabar Soal Ini!Gubernur Jabar Janjikan Santunan Rp25 Juta dan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

Erwan Setiawan merespon survei kepuasan publiknya yang cukup timpang dengan Gubernur Dedi Mulyadi tersebut. Menurutnya hal itu wajar karena ia banyak berkutat di internal Pemerintahan.

Erwan menguraikan, pihaknya tahu diri bahwa yang namanya wakil tidak boleh melebihi kepala.

“Pak Gubernur kan lebih sering di lapangan, saya di kantor. Ya orang pasti jarang melihat aktivitas saya di kantor karena di kantor. Sementara Pak Gubernur kan di luar, di lapangan interaksi langsung dengan masyarakat, ” jelasnya saat ditemui di Gedung Sate, Senin (23/2).

Erwan melanjutkan, hasil survei yang begitu timpang menjadi hal yang wajar.

“Saya kira wajar, nggak jadi masalah. Yang penting pemerintahan efektif dan berjalan dengan baik,” sambungnya.

Bagi Erwan, pelaksanaan roda pemerintahan yang efektif dan efisien lebih penting, hasilnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Yang penting semua kebutuhan masyarakat terpenuhi. Saya di sini di pemerintahan, Pak Gubernur di lapangan. Kalau dua-duanya di lapangan bagaimana dengan pemerintahan,” singgungnya.

Baca Juga:Gubernur Jabar Bakal Cabut Moratorium Perumahan Mulai Februari 2026, Benarkah?Temui Aksi Masa di Cigudeg, Bupati Bogor Hubungi Gubernur Jabar Terkait Solusi Tambang dan Bansos 

Erwan menceritakan, di internal pemerintahan pihaknya juga banyak mengambil tugas penting termasuk menerima tamu dari berbagai daerah dan tamu-tamu asing yang ingin berkolaborasi dengan Jawa Barat.

Masih Tahun Pertama, Pecah Kongsi?

Dalam kesempatan itu, Erwan juga mempertanyakan urgensi popularitas atau survei kepuasan publik yang melejit. Baginya hal itu masih belum diperlukan.

“Ini juga baru tahun pertama, untuk apa saya lebih tinggi dari Pak Gubernur, untuk apa saya sama dengan Pak Gubernur. Emang kita mau masing-masing, mau pecah kongsi, kan enggak,” tegasnya.

0 Komentar