JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan santunan uang tunai serta membangun hunian baru bagi warga terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kepastian itu disampaikan Dedi saat meninjau langsung lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, RW 10, Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan bahwa pemerintah menyiapkan santunan sebesar Rp25 juta bagi setiap keluarga korban meninggal dunia.
“Untuk keluarga korban yang meninggal dunia, masing-masing akan kami siapkan santunan sebesar Rp25 juta,” ujar Dedi di lokasi kejadian.
Baca Juga:Brother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah InspiratifBelanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo Romantis
Selain bantuan tunai, Pemprov Jabar juga akan merelokasi seluruh rumah warga yang tertimbun longsor. Menurut Dedi, kawasan tersebut tidak lagi layak dijadikan permukiman karena berpotensi terjadi bencana susulan.
“Seluruh rumah di wilayah ini akan direlokasi. Lokasi ini tidak boleh lagi menjadi kawasan hunian, lebih baik dikembalikan sebagai kawasan hijau atau hutan,” tegasnya.
Berdasarkan data di lapangan, bencana longsor di Desa Pasirlangu menerjang sedikitnya 30 rumah yang tersebar di RW 10 dan RW 11. Material longsoran meluncur dari lereng kaki Gunung Burangrang dengan panjang area terdampak mencapai sekitar dua kilometer, meliputi kawasan hutan, permukiman, hingga lahan pertanian warga.
Hingga Sabtu sore pukul 16.30 WIB, sebanyak 113 warga dilaporkan terdampak. Dari jumlah tersebut, 23 orang ditemukan selamat, sembilan orang meninggal dunia, dan 81 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Dalam peninjauan tersebut, Dedi Mulyadi turut terlibat langsung membantu proses pencarian korban. Bersama tim SAR, ia menemukan tiga jenazah yang tertimbun material longsor sekitar pukul 15.00 WIB.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit akibat kondisi tanah yang masih labil dan bertumpuk. Petugas membutuhkan waktu hampir satu jam hingga akhirnya ketiga jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.50 WIB.
“Evakuasi harus dilakukan sangat hati-hati karena tanah masih labil dan berpotensi longsor susulan,” pungkas Dedi. (Wit)
