Genap Setahun Dilantik, Jeje-Asep Dinilai Mulai Tata Fondasi Perubahan di KBB

Genap Setahun Dilantik, Jeje-Asep Dinilai Mulai Tata Fondasi Perubahan di KBB
Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail saat menghadiri giat di Ngamprah. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Memasuki satu tahun kepemimpinan Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail, DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai fondasi pembangunan mulai terbentuk.

Diketahui, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat pada 20 Februari 2025. Setahun berselang, arah kebijakan dan penataan pemerintahan disebut mulai menunjukkan progres awal.

Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi, mengatakan perubahan besar memang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Namun, menurutnya, tahapan menuju perbaikan sudah berjalan.

Baca Juga:Disnaker KBB Telusuri Dugaan Warga Bandung Barat Jadi Korban TPPO di Sikka NTTOffroad Sukawana-Cikole Kerap Rugikan Warga, Disparbud KBB Tegaskan Hal Ini!

“Fondasi untuk perubahan sudah mulai dibangun. Memang belum semuanya terlihat secara nyata dan luas, tetapi prosesnya sudah ke arah yang tepat,” kata Mahdi, beberapa waktu lalu di Ngamprah.

Ia menjelaskan, semangat awal pemekaran Kabupaten Bandung Barat adalah mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat perlu terus mengawal agar pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Mahdi juga mengaku optimistis dengan kepemimpinan Jeje, yang dinilai memiliki ruang untuk melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan secara lebih objektif.

“Pak Bupati memiliki kesempatan untuk menata sistem dengan lebih fokus. Ini menjadi modal penting untuk mempercepat perbaikan,” ujarnya.

Dari sisi kinerja, DPRD menilai respons pemerintah daerah terhadap berbagai persoalan cukup cepat. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, penanganan bencana, hingga penyaluran bantuan sosial.

“Beberapa kali kepala daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan persoalan masyarakat tertangani,” ucapnya.

Di tengah keterbatasan fiskal, pelaksanaan kebijakan efisiensi anggaran juga terus disinergikan dengan DPRD. Efisiensi, kata Mahdi, tidak sekadar penghematan, tetapi menjadi momentum untuk menyusun ulang prioritas pembangunan dan meningkatkan pendapatan daerah.

Baca Juga:Duka Longsor Pasirlangu Cisarua KBB Dinodai Selfie PengunjungPembunuhan Pelajar di Eks Kampung Gajah KBB Jadi Bukti Lemahnya Pengamanan Kawasan Terbengkalai

Sejumlah program pun mulai berjalan, seperti operasional BGN di beberapa titik serta proses pembentukan KMP. DPRD memastikan akan terus melakukan pengawasan agar implementasinya tepat sasaran.

Meski ada progres, Mahdi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam empat tahun ke depan.

“Tahun pertama adalah fase konsolidasi. Ke depan, program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat harus semakin diperkuat,” katanya.

0 Komentar