JABAR EKSPRES – Sejak bangkrut dan berhenti beroperasi pada 2018, eks Kampung Gajah Wonderland di Bandung Barat berubah menjadi kawasan kosong yang minim pengawasan.
Kondisi itu diduga turut memicu terjadinya pembunuhan pelajar oleh dua temannya sendiri.
Peristiwa tragis tersebut menimpa ZAAQ (14), pelajar SMP Negeri 26 Bandung, yang diduga dibunuh oleh YA (16) dan AP (17) pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Aksi pembunuhan terjadi di bagian dalam kawasan, jauh dari akses utama dan tertutup semak belukar.
Baca Juga:Psikolog Unjani Ungkap Faktor Emosi di Balik Kasus Pembunuhan Pelajar SMP BandungIni Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Siswa di Eks Kampung Gajah!
Jasad korban baru ditemukan empat hari kemudian oleh kreator konten yang tengah melakukan eksplorasi malam. Mereka awalnya mencurigai bau menyengat di sekitar area buntu sebelum akhirnya menemukan tubuh korban dalam kondisi mengenaskan, dengan luka tusuk di bagian perut serta luka robek di kepala.
“Lokasi penemuan memang di area yang hampir tidak pernah dimasuki orang. Kondisinya sudah rusak, tertutup rumput tinggi dan bangunan sekitarnya juga tidak terawat,” ujar Endang, petugas keamanan lahan eks Kampung Gajah, Rabu (18/2/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar kawasan dipenuhi tumbuhan liar dan minim penerangan. Sejumlah wahana permainan dan bangunan dibiarkan rusak tanpa perawatan sejak operasional dihentikan.
Akses menuju titik penemuan jasad juga tertutup vegetasi, meski jaraknya hanya sekitar 100 meter dari jalur yang biasa dilintasi orang.
Menurut Endang, luasnya area serta banyaknya akses tidak resmi menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan. Meski terdapat penjagaan, tidak semua sudut kawasan dapat terpantau setiap waktu.
“Kebetulan malam itu yang menemukan pertama kali konten kreator yang memang sering live di sini. Mereka mencium bau bangkai, lalu ditelusuri ternyata mayat. Ke depan pasti lebih ketat, ini jadi evaluasi supaya akses masuk dibatasi,” pungkasnya.
Kampung Gajah sendiri berdiri pada 2009 dan sempat menjadi salah satu destinasi wisata keluarga favorit di Bandung Barat. Namun sejak dinyatakan pailit pada Mei 2018, kawasan tersebut terbengkalai dan kerap dimanfaatkan sejumlah pihak untuk aktivitas tanpa izin, termasuk pembuatan konten horor pada malam hari.
Baca Juga:Terungkap! Dua Pelaku Pembunuhan Pelajar SMP di Eks Kampung Gajah Diringkus di GarutPolisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Pria di Parit Kebun Pangalengan
Kasus pembunuhan pelajar di eks Kampung Gajah ini pun memunculkan sorotan terhadap pengamanan aset-aset wisata yang sudah tidak beroperasi di Kabupaten Bandung Barat.
