JABAR EKSPRES – Harga sejumlah komoditas hortikultura di Kota Cimahi terpantau masih relatif normal. Meski beberapa bahan pangan mengalami kenaikan, perubahannya belum tergolong signifikan dan belum memengaruhi daya beli masyarakat.
Harga komoditas hortikultura Cimahi seperti cabai dan bawang tercatat naik sekitar Rp1.000 per kilogram sejak awal pekan ini. Kenaikan tersebut masih dianggap wajar karena harga bahan pangan jenis ini cenderung bergerak fluktuatif mengikuti kondisi pasar.
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Atas Baru Cimahi, Hanna Subianti, mengatakan selain cabai dan bawang, sejumlah produk tepung juga mengalami kenaikan. Sementara itu, harga minyak goreng, beras, dan telur masih relatif stabil.
Baca Juga:Harga Cabai Rawit Meroket, Picu Inflasi Akhir Tahun?Bapanas Siapkan Subsidi Angkut untuk Redam Gejolak Harga Ayam
Untuk harga tepung, Hanna menyebut produk yang sebelumnya dibanderol Rp9.000 kini menjadi Rp10.000. Sementara tepung dengan harga sebelumnya Rp12.000 naik menjadi Rp13.000.
Adapun harga komoditas hortikultura Cimahi saat ini, bawang merah berada di kisaran Rp39.000 per kilogram, bawang putih Rp36.000 per kilogram. Sementara cengek mencapai Rp70.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp65.000 per kilogram, dan cabai merah Rp80.000 per kilogram.
“Dari awal Minggu ini naiknya, kenaikan rata-rata Rp1.000 per kg,” ujar Hanna kepada Jabar Ekspres, Selasa (6/10/2026).
Sementara itu, harga beras rata-rata berada di angka Rp16.000 per kilogram. Khusus beras SPHP, harga harus mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp58.000 untuk kemasan 5 kilogram.
Untuk minyak goreng, Minyak Kita masih berada di kisaran Rp15.700 per liter. Sedangkan minyak goreng premium rata-rata Rp23.000 per liter. Harga telur juga disebut masih bertahan di angka Rp25.000 per kilogram dalam beberapa pekan terakhir.
“Beras rata-rata Rp16.000, kecuali SPHP karena harus sesuai dengan HET-nya,” beber Hanna.
Meski harga komoditas hortikultura Cimahi mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 per kilogram, kondisi tersebut belum membuat pembeli mengurangi jumlah belanja secara signifikan. Masyarakat masih menganggap kenaikan tersebut sebagai bagian dari fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Baca Juga:Kemarau Tekan Produksi, Harga Sayuran Bandung Barat Merangkak Naik319 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Harga Pangan
Salah seorang pembeli di Pasar Atas Baru Kota Cimahi, Esih (56), mengatakan dirinya masih membeli kebutuhan sehari-hari dalam jumlah normal meski harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan.
