Sepuluh Kali Gasak Kabel Listrik Warga, Pria di Rancah Ciamis Berhasil Diringkus

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aksi pencurian yang meresahkan warga di wilayah Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, akhirnya berujung jeruji besi.

NH (44), warga Kecamatan Tambaksari, harus berurusan dengan aparat penegak hukum setelah aksinya yang telah dilakukan berulang kali berhasil digagalkan oleh warga setempat. Pelaku kini mendekam di sel tahanan Mapolres Ciamis guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Peristiwa penangkapan terjadi di Desa Cileungsir, Kecamatan Rancah, beberapa waktu lalu. Warga yang sudah lama curiga dengan maraknya kasus kabel listrik pompa air yang raib, akhirnya berhasil mengendus gerak-gerik pelaku. Saat NH tengah beraksi, warga yang sigap langsung bergerak dan berhasil mengamankannya. Tak mau main hakim sendiri, warga kemudian menyerahkan pria malang tersebut kepada petugas Kepolisian Sektor Rancah untuk diproses lebih lanjut.

Baca Juga:Ramadan Momentum Disiplin: Farhan Bagikan Rutinitas Spiritual dan FisikMasjid Al-Ukhuwah: Dari Tarawih Perdana hingga Beragam Aktivitas Ramadan

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP. Carsono, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Pihaknya bersama jajaran Polsek Rancah dan Satuan Resmob Polres Ciamis langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. “Pelaku awalnya diamankan oleh warga. Kami kemudian menjemput dan membawanya ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan intensif,” ujar AKP. Carsono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (20/2/2026).

Hasil pemeriksaan awal mengungkap fakta yang mengejutkan. NH ternyata bukanlah maling kelas teri. Ia mengaku telah melancarkan aksi pencurian kabel listrik hingga sepuluh kali di sepuluh rumah berbeda di wilayah Kecamatan Rancah. Kabel-kabel tersebut bukan sembarang kabel, melainkan instalasi listrik yang digunakan warga untuk mengoperasikan mesin pompa air atau sanyo. Di daerah yang sumurnya cukup jauh dari rumah, kabel merupakan komponen vital untuk menghidupkan pompa dan mengalirkan air ke rumah-rumah warga.

“Modusnya karena kebutuhan ekonomi. Kabel yang dicuri ini diambil tembaganya untuk dijual. Namun, saat ini seluruh kabel hasil curian sudah kami amankan dan belum sempat dijual oleh pelaku,” terang AKP. Carsono.

Lebih dari itu, pengembangan kasus yang dilakukan oleh petugas menemukan fakta lain yang semakin memberatkan NH. Tak hanya spesialis kabel, pelaku juga diduga kuat terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Rancah pada bulan Desember tahun 2025 lalu. “Kami mengecek laporan yang ada di Polsek maupun Polres dan ternyata terduga pelaku ini juga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor,” tegasnya.

0 Komentar