JABAR EKSPRES – Bagi Wali Kota Bandung, Farhan, Ramadan bukan sekadar bulan puasa, melainkan momentum untuk membangun disiplin, baik secara spiritual maupun fisik. Menurutnya, penyesuaian jam kerja selama Ramadan bukan untuk mengurangi produktivitas, tetapi memberi ruang lebih bagi ibadah dan kebersamaan keluarga.
“Jam kerja maksimal sampai pukul 16.00 WIB agar ada waktu mempersiapkan buka puasa bersama keluarga. Ini bukan mengurangi kerja, tapi menambah nilai ibadah dan kebersamaan,” jelas Farhan dqlam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Agung Bandung, Kamis 19 Februari 2026.
Disiplin itu juga tercermin dalam rutinitas pribadinya. Farhan memilih tidur lebih awal agar dapat bangun pukul 03.00 WIB untuk sahur dan ibadah.
Baca Juga:Masjid Al-Ukhuwah: Dari Tarawih Perdana hingga Beragam Aktivitas RamadanGelar Boosting Sales 2026, AK21 Group pilih Upgrade Karyawan Ditengah Kompetisi Bisnis
Menurutnya, konsistensi selama 30 hari Ramadan tidak hanya memperbaiki spiritualitas, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan tubuh.
“Cukup tidur 5 jam, jam 3 pagi sudah bangun lagi. Nah ini adalah sebuah siklus yang disiplin selama 1 bulan dalam 1 tahun itu, insyaallah akan memperbaiki metabolisme tubuh kita menjadi lebih ringan. Insyaallah ini juga memberikan dampak kesehatan yang sangat baik,” ujarnya.
Selain menjaga rutinitas pribadi, Farhan juga menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial dan keluarga. Buka puasa bersama di rumah maupun dengan warga sekitar menjadi bagian dari praktik disiplin yang sekaligus memperkuat silaturahmi dan nilai kebersamaan selama Ramadan.
Bagi Farhan, Ramadan adalah waktu untuk menyelaraskan spiritualitas, kesehatan, dan hubungan sosial dalam satu ritme disiplin yang memberi manfaat sepanjang tahun.
Dalam kesempatan safari Ramadan itu, Farnhan juga mengajak warga untuk memakmurkan mesjid seperti pesan KH Athian Ali, yang menekankan bahwa membangun rumah di surga bukan hanya soal mendirikan masjid, tetapi juga memakmurkannya.
“Rajin membersihkan, meramaikan, dan menghidupkan kegiatan ibadah di dalamnya. Ketika kita memakmurkan Masjid Agung ini, sesungguhnya kita sedang membangun rumah kita masing-masing di surga,” kata Farhan.
Semangat memakmurkan masjid itu terlihat nyata selama Ramadan. Farhan menjadwalkan buka puasa bersama secara bergilir dengan warga dari 30 kecamatan di Kota Bandung. Setiap hari, satu kecamatan diundang untuk bersilaturahmi di Masjid Agung, menghidupkan kembali tradisi kebersamaan yang sudah membekas sejak masa kecilnya.
