JABAR EKSPRES – Penutupan kembali Jalan Saleh Danasasmita di Kelurahan Batutulis, Kota Bogor, akibat munculnya retakan pada badan jalan berdampak signifikan terhadap perekonomian pedagang setempat. Sejak akses tersebut ditutup pada Jumat (30/1/2026), pendapatan para pelaku usaha di sepanjang jalur itu dilaporkan anjlok.
Salah seorang pedagang kerangka bangunan, Asep (51), mengungkapkan omzet penjualannya turun hampir 50 persen. Padahal, kondisi usaha sempat berangsur pulih setelah jalan kembali dibuka pada Agustus 2025, menyusul longsor yang terjadi pada Maret 2025.
Menurut Asep, penutupan jalan membuat pelanggan yang biasa datang langsung ke tokonya tidak lagi bisa mengakses lokasi. Saat ini, ia hanya mengandalkan pesanan melalui telepon atau aplikasi pesan singkat.
Baca Juga:Masuki 2026, De Braga by ARTOTEL Perkuat Konsep Hospitality Berkelanjutan dan Ramah KeluargaSDN 035 Soka dan SDN 036 Ujungberung jadi Juara di MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 – 2026
“Sejak jalan ditutup, kendaraan motor dan mobil tidak bisa lewat. Penjualan turun hampir 50 persen, padahal baru beberapa hari ditutup. Sekarang hanya mengandalkan pesanan lewat HP,” ujar Asep saat ditemui di Jalan Saleh Danasasmita, Senin (2/2/2026).
Pedagang yang telah berjualan selama 17 tahun tersebut menambahkan, tokonya sangat bergantung pada arus lalu lintas kendaraan yang melintas di jalur penghubung antarwilayah tersebut. Ia menyebut sebagian besar pembeli datang secara spontan.
“Waktu dibuka Agustus kemarin, pembeli mulai ramai dan pendapatan stabil. Sekarang ditutup lagi, karyawan terpaksa diliburkan karena sepi pembeli,” katanya.
Kondisi serupa juga dirasakan Indra (39), pedagang buah di sekitar lokasi. Ia mengatakan, penutupan jalan menyebabkan arus kendaraan dan pejalan kaki nyaris terhenti, sehingga berdampak langsung pada penjualan harian.
“Kalau jalannya ditutup, otomatis tidak ada orang yang lewat. Biasanya pembeli mampir sambil melintas, sekarang sudah tidak ada,” ujar Indra.
Indra menambahkan, sebagian pedagang bahkan memilih menutup sementara usahanya karena pendapatan tidak sebanding dengan biaya operasional. Situasi tersebut semakin memberatkan karena menjelang bulan Ramadan yang biasanya menjadi momentum peningkatan penjualan.
Para pedagang berharap Pemerintah Kota Bogor dapat segera mempercepat penanganan kerusakan jalan serta menyiapkan akses alternatif agar aktivitas warga dan roda perekonomian tetap berjalan, setidaknya bagi kendaraan roda dua.
Baca Juga:English 1 Resmi Membuka Center Baru di Bandung SummareconGubernur Ahmad Luthfi Minta Percepat Pemulihan Pascabencana di Pemalang
“Kami tidak menuntut kompensasi, yang penting penanganannya dipercepat. Minimal motor bisa lewat dulu supaya penjualan bisa normal lagi, apalagi sudah mau puasa,” pungkasnya.
