Awalnya Cari Kerja, 4 Pemuda Justru Masuk Jaringan Judi Online Lewat Telegram

Awalnya Cari Kerja, 4 Pemuda Justru Masuk Jaringan Judi Online Lewat Telegram
Awalnya Cari Kerja, 4 Pemuda Justru Masuk Jaringan Judi Online Lewat Telegram
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Niat mencari tambahan penghasilan lewat lowongan kerja di Telegram justru membawa MAP ke persoalan hukum. Pria ini kini harus berurusan dengan polisi setelah ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus judi online yang diungkap Polres Cimahi.

MAP merupakan satu dari empat orang yang ditangkap bersama MN, RM, dan AF. Mereka diketahui terlibat dalam pengelolaan enam dari tujuh situs judi online yang dijalankan dari sebuah rumah di Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Kepada penyidik, MAP mengaku awal mula keterlibatannya berangkat dari pencarian lowongan kerja di Telegram. Ia kala itu mencari pekerjaan sebagai customer service atau promotor untuk penempatan di luar negeri, seperti Kamboja dan Filipina.

Baca Juga:Rekomendasi 6 Minuman, Jaga Gula Darah Tetap Stabil5 Rutinitas Sehat di Usia 50, Bantu Tetap Kuat hingga Usia 80 Tahun

“Pertama saya cari di pencarian Telegram untuk loker Kamboja dan Filipina. Ada banyak pilihan seperti customer service, promotor, dan lain-lain,” ujar MAP saat dimintai keterangan di Mapolres Cimahi, Selasa (13/1/26).

Saat menghubungi pihak yang memasang iklan lowongan, MAP mengaku langsung diberi penjelasan bahwa pekerjaan tersebut berkaitan dengan aktivitas judi online. Meski sudah mengetahui bidang usahanya, ia tetap mengajukan diri.

“Mereka jelasin dulu kepada saya kalau ini bergerak di bidang judi online. Saya tetap ngajuin karena ingin cari tambahan uang,” katanya.

Dalam kesepakatan awal, MAP dijanjikan gaji sebesar Rp5 juta per bulan. Ia mengaku telah menerima pembayaran sebanyak dua kali. Proses pendaftarannya pun terbilang sederhana, tanpa tes khusus, hanya diminta mengirimkan profil diri.

Setelah dinyatakan diterima, MAP dimasukkan ke dalam grup Telegram khusus untuk mengikuti pelatihan pekerjaan.

“Setelah diapprove, saya masuk grup training untuk pelatihan pekerjaan via Telegram sampai bisa terjun langsung. Tugas saya adalah melayani customer yang banyak mengeluhkan masalah deposit dan withdraw,” jelasnya.

Jika menerima keluhan dari konsumen, MAP menyebut dirinya akan mengonfirmasi terlebih dahulu ke grup internal perusahaan. Setelah itu, ia menyampaikan kepada customer bahwa permasalahan sedang dalam proses peninjauan.

Baca Juga:Lapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan SementaraPemkab Bogor Wacanakan Ruislag Aset dengan Pemprov Jabar

Seiring waktu, perusahaan meminta penambahan personel. Tiga orang lainnya kemudian bergabung. Menurut MAP, mereka mengetahui informasi lowongan tersebut karena memang memiliki ketertarikan terhadap judi online dan mengajukan diri secara mandiri.

0 Komentar