SITH ITB Dorong Pemanfaatan Bambu Jadi Bioenergi dan Bioinsektisida di Cibugel

pengabdian masyarakat
Tim Pengabdian kepada Masyarakat SITH ITB saat pelatihan pembuatan briket arang dan insektisida alami berbahan bambu di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jabar, Sabtu (4/7/2026).
0 Komentar

SUMEDANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar pelatihan pembuatan briket arang dan insektisida alami berbahan bambu di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengubah limbah bambu lokal menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan. Pelatihan diikuti perwakilan warga Desa Cibugel, Desa Jayamekar, dan Desa Jayamandiri. Pemerintah kecamatan menyambut baik, diwakili Plt. Sekretaris Kecamatan Cibugel, Diding Sutardi, S.P.

Melalui program ini, SITH ITB mentransfer teknologi sederhana untuk mendukung ketahanan energi, pertanian organik, dan pelestarian lingkungan di pedesaan. Ir. Eka Mulya Alamsyah, S.Hut., M.Agr., Ph.D., ketua pelaksana dan dosen KK Teknologi Kehutanan SITH ITB, membuka materi dengan menekankan potensi bambu sebagai sumber daya terbarukan.

Baca Juga:Lingkar 98 Jabar Serukan Transformasi Demokrasi Ekonomi, Dukung Program Pro-Rakyat dengan Pengawasan KetatKolaborasikan Musik dan UMKM: Kisah Sukses Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers

“Bambu melimpah di sini, tapi selama ini belum dimanfaatkan optimal. Melalui briket arang dan cuka bambu, kita bisa ciptakan bioenergi alternatif sekaligus bioinsektisida yang murah dan tidak mencemari lingkungan,” ujar Eka.

Peserta mendapat materi dan praktik langsung. Dr. Ir. Sutrisno, M.Si. mengajarkan teknik pembuatan briket arang sebagai bahan bakar ramah lingkungan pengganti kayu bakar. Dr. Ir. Yoyo Suhaya, S.Hut., M.Si. menjelaskan pemanfaatan biochar untuk memperbaiki kesuburan tanah sebagai campuran pupuk organik.

Sementara Dr. Ir. Rika Alfianny, M.P. dari KK Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk SITH ITB memaparkan formulasi cuka bambu sebagai bioinsektisida alami yang aman bagi tanaman dan kesehatan manusia. Tim pengabdian diperkuat Anca Awal Sembada, S.T., M.Si., Ph.D., Dr. Atmawi Darwis, S.Hut., M.Si., serta mahasiswa SITH ITB: Eynge Kezia Bungalessy (S1 Rekayasa Kehutanan), Atika Widya Nurfaizah dan Raeheesa Amara (S2 Biomanajemen), serta Nurdhian Fajar Indri Ahmad sebagai asisten.

Diding Sutardi menyatakan apresiasi tinggi atas inisiatif ITB. Menurutnya, potensi bambu di Cibugel sangat besar. “Kami harap ilmu ini bisa langsung dipraktikkan warga menjadi peluang usaha baru. Sehingga sekaligus meningkatkan pendapatan dan menjaga kelestarian alam,” katanya.

0 Komentar