Tragedi Tower Maut, 2 Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan

Tragedi Tower Maut, 2 Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan
Kepala BPKPD Kota Banjar, Ian Rakhwan Suherli, saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin (6/7/2026). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Dua orang pekerja konstruksi ditemukan tewas setelah sebuah tower setinggi 40 meter yang sedang mereka bongkar ambruk di Kompleks Perkantoran Purwaharja, Kota Banjar, pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, mengejutkan sejumlah pegawai yang baru memulai aktivitas di kawasan perkantoran tersebut.

Kedua korban yang berhasil diidentifikasi oleh pihak kepolisian berinisial AP dan AN merupakan pekerja yang bertugas melakukan pembongkaran tower. Berdasarkan pantauan petugas di lokasi kejadian, kedua korban ditemukan terjatuh dari ketinggian dalam kondisi tubuh mereka masih terikat sabuk pengaman (safety belt) pada konstruksi tower yang roboh.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah kedua korban telah dievakuasi ke instalasi pemulasaraan jenazah rumah sakit untuk proses lebih lanjut.

Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Sebut Program Pemagangan Nasional Solusi Tekan Pengangguran Lulusan BaruPemerintah Dorong UMKM Naik Kelas Sebelum Masuk Industri Besar

Salah seorang saksi mata sekaligus rekan kerja korban, Suryana, menuturkan kronologi kejadian kepada awak media. Menurutnya, peristiwa tersebut bermula saat proses penurunan material besi dari bagian atas tower.

Pada saat kejadian, terdapat total lima pekerja di lokasi pembongkaran. Namun, hanya AP dan AN yang bertugas di atas tower.

“Posisi mereka berdua di atas berhadap-hadapan, seimbang di stage kedua atas. Saat akan menurunkan besi di bagian atas, tiba-tiba tiangnya tidak kuat menopang beban. Tower langsung roboh dan melengkung,” ujar Suryana.

Ia menambahkan bahwa kedua korban sebenarnya telah menggunakan sabuk pengaman sebagai prosedur dasar keselamatan. Namun, berdasarkan temuan sementara di lapangan, keduanya tidak terlihat mengenakan helm keselamatan (safety helmet) ketika insiden terjadi. Hal ini menjadi salah satu catatan penting dalam proses investigasi yang dilakukan oleh kepolisian.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas dari Polres Banjar langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, membenarkan peristiwa nahas tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah memulai penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tower diduga ambruk karena tidak mampu menopang beban saat proses pemotongan besi di bagian atas. Korban ditemukan masih terikat sabuk pengaman pada reruntuhan tower. Namun, petugas belum menemukan adanya helm keselamatan di lokasi kejadian,” ungkap AKBP Didi.

0 Komentar