JABAR EKSPRES – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Banjar mencatat sejumlah capaian dalam mengimplementasikan program prioritas Berdaya Pangan tahun 2025. Program yang menjadi bagian dari visi Maju, Adil, Sejahtera, Agamis, dan Inovatif (MASAGI) Pemerintah Kota Banjar ini dijalankan melalui enam strategi utama untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan di tingkat daerah.
Kepala DKPPP Kota Banjar, Yoyon Cuhyon S.Pt., M.Si., dalam keterangannya, menjelaskan bahwa seluruh upaya ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani dan pembudidaya ikan, serta menjamin ketersediaan pangan yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Banjar.
“Program Berdaya Pangan bukan sekadar jargon. Kami menerjemahkannya dalam aksi konkret melalui berbagai strategi, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas SDM, hingga perlindungan bagi para pelaku usaha tani. Semua upaya ini berujung pada terwujudnya kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Yoyon, Rabu (30/12/2025).
Baca Juga:Jelang Pergantian Tahun, Polisi Sita Puluhan Botol Miras Ilegal di BanjarMeski Naik, UMK Banjar 2026 Masih Terendah di Jawa Barat
Secara rinci, capaian program Berdaya Pangan selama tahun 2025 meliputi, pertama, Revitalisasi Pembenihan dan Pembibitan. DKPPP telah menyalurkan bantuan benih padi berbagai varietas unggul seperti Pajajaran, Cakrabuana, dan Situbondo sebanyak 14.820 kg untuk menggarap 593 hektar sawah yang melibatkan 39 kelompok tani.
Sektor perikanan juga mendapat perhatian dengan penyaluran 77.360 ekor benih ikan nila dan gurame kepada 67 kelompok pembudidaya. Tak ketinggalan, bantuan ternak seperti ayam kampung, kambing, dan domba juga telah diberikan kepada masyarakat.
Kedua, Peningkatan SDM dan Digitalisasi. Upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha terus dilakukan melalui pelatihan dan penyuluhan. Inovasi pembuatan pakan ikan suplementasi enzim papain (SUZI PAPA IKAN) telah diajarkan kepada 150 pembudidaya.
Untuk memperluas pasar, DKPPP mengembangkan platform Langganan Online Sayur Segar (LANGGAR) yang memudahkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pembudidaya ikan memasarkan produk mereka secara digital.
Ketiga, Modernisasi ALSINTAN dan Pertanian Organik. Guna meningkatkan efisiensi, DKPPP telah menyalurkan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) seperti Combine Harvester, traktor roda 2 dan 4, serta pompa air yang bersumber dari APBN dan APBD. Dukungan pertanian organik diwujudkan dengan penyaluran 3.500 liter Pupuk Organik Cair (POC) untuk lahan seluas 700 hektar.
