Keempat, Penguatan Infrastruktur. Pembangunan infrastruktur pendukung seperti Jalan Usaha Tani sepanjang 410 meter, Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), dan kolam budidaya ikan sistem bioflok telah dilaksanakan untuk memudahkan akses dan meningkatkan produktivitas.
Kelima, Diversifikasi Pangan dan Hilirisasi. Program ini mendorong pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah. Pelatihan pembuatan sirup rambutan (SIRAMBLANG) dan kegiatan pasar tani mingguan “SAPA HATI” (Selasa Pasar Hasil Tani) yang telah digelar 8 kali menjadi wujud nyata, diversifikasi pangan didukung dengan penyaluran ribuan bibit buah, sayuran, serta ubi jalar.
Keenam, Perlindungan dan Pengendalian Bencana Pertanian. Untuk memitigasi risiko, DKPPP telah memfasilitasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 250 hektar, melaksanakan pengendalian hama tanaman pangan di 500 hektar, serta melakukan vaksinasi ternak untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) dan rabies. Yang tak kalah penting, telah disusun Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) sebagai dasar ilmiah penyusunan kebijakan pangan ke depan.
Baca Juga:Jelang Pergantian Tahun, Polisi Sita Puluhan Botol Miras Ilegal di BanjarMeski Naik, UMK Banjar 2026 Masih Terendah di Jawa Barat
Yoyon Cuhyon menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan langkah berkelanjutan. Dengan sejumlah capaian tersebut, program Berdaya Pangan Pemerintah Kota Banjar menunjukkan progres yang nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pertanian dan perikanan.
“Kami terus berinovasi dan berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan provinsi, untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan Kota Banjar. Target kami adalah menciptakan sistem pangan yang tangguh, dari hulu ke hilir, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (CEP)
